Jakarta, GPriority.co.id – Dewasa ini, Gen Z dinilai sebagai generasi dengan sifat yang kritis dan cenderung memberontak, jika tak sesuai kehendaknya. Dengan hidup di era informasi yang mudah di akses, Gen Z dinilai sebagai generasi yang juga serba tahu. Namun negatifnya, mereka cenderung tak mau diberi nasihat. Lalu bagaimana teknik parenting terbaik untuk Gen Z?
Sebuah studi pada bulan Desember 2023, memberi pencerahan soal teknik parenting terbaik untuk Gen Z saat ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh Whitney Waugh, psikolog anak dan remaja di Rumah Sakit Anak Hassenfled di NYU Langone.
“Para ibu dan ayah yang ingin mendukung anak secara efektif saat bertransisi ke masa dewasa, dapat terlebih dahulu merasakan posisi mereka dalam kondisi tertentu,” katanya.
“Gen Z kemungkinan besar akan lebih menerima nasihat orang tua mereka jika mereka merasa dilihat dan didengar, dibandingkan dengan selalu dikendalikan,” tambah Waugh.
Waugh menambahkan, mejadi orang tua merupakan petualangan seumur hidup. Ketika anak sudah berusia 18 tahun, bukan berarti masa parenting itu sudah selesai.
Para peneliti dari University of California-Riverside, menyimpulkan bahwa Generasi Z lebih senang jika dibimbing, tetapi pendapat atau keinginan mereka juga tetap dihormati dan dikompromi oleh orang tuanya.
Waugh mengatakan, mendengarkan permasalahan anak yang sudah dewasa akan lebih baik daripada membebani mereka dengan pendapat atau memaksakan mereka untuk mengikuti apa kata orang tuanya.
Hal ini dapat menjadikan Gen Z menjadi generasi yang manja. Faktanya, lebih dari 800 perusahaan mengungkapkan bahwa sebagian besar manajer cenderung menghindari mempekerjakan Gen Z.
Mengapa? Karena mereka menilai bahwa kandidat yang terlalu bergantung, terutama pada orang tuanya, sangat tidak siap untuk bertahan di dunia kerja.
“Jika anak-anak terus-menerus diatur oleh orang tuanya, mereka akan kesulitan mencapai potensi penuh mereka sebagai makhluk mandiri,” kata Waugh.
“Kalau anak-anak merasa didengarkan dan dipahami, mereka tidak hanya lebih terbuka untuk berbagi perasaan dan bertanya tentang hal apapun dengan orang tua mereka. Mereka juga cenderung akan menerapkan nasihat yang diberikan kedua orang tuanya,” ujar Shira Kafker, terapis interaksi orang tua-anak bersertifikat di Yonkers.
Dalam kata lain, teknik parenting terbaik untuk Gen Z adalah melakukan diskusi dua arah dan menghargai pendapatnya, serta tidak selalu menganggap bahwa pendapat kita sebagai orang tua adalah selalu benar adanya.
Foto : Venture Academy
