Ibu Hamil, Inilah 4 Cara Ampuh untuk Cegah Kelahiran Prematur

Jakarta, GPriority.co.id – Kelahiran prematur, didefinisikan sebagai kelahiran sebelum 37 minggu kehamilan berakhir. Kelahiran prematur dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan perkembangan bayi. Lebih dari satu dari 10 kelahiran secara global pada tahun 2020 adalah prematur, dengan perkiraan 13,4 juta bayi lahir sebelum tanggal perkiraan lahirnya.

Untuk itu, Dr Mangla Gowri K, Kepala Spesialis Fertilitas & Kepala Pusat Santaan Bengaluru, membagikan strategi dan saran dalam mencegah kelahiran prematur. Diantaranya, adalah sebagai berikut.

1. Lakukan Pola Makan yang Bergizi
Pola makan yang seimbang dan bergizi sangat penting untuk kehamilan yang sehat. Berbagai macam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan produk susu memberikan nutrisi penting seperti asam folat, zat besi, dan kalsium. Hidrasi yang cukup juga sama pentingnya. Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan seseorang.

2. Lakukan olahraga secara teratur
Aktivitas fisik selama kehamilan dapat memberi banyak manfaat, termasuk meningkatkan suasana hati, mengurangi ketidaknyamanan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau berenang, dapat berkontribusi pada kehamilan yang sehat. Selalu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai atau mengubah rutinitas olahraga anda.

3. Menghindari Zat Berbahaya
Menghindari zat berbahaya adalah hal yang terpenting. Hal ini termasuk menghindari tembakau (rokok), alkohol, dan obat-obatan terlarang. Merokok dan penyalahgunaan zat secara signifikan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan dapat berdampak buruk pada perkembangan janin. Jika bantuan diperlukan untuk menghentikan kebiasaan ini, disarankan untuk mencari dukungan dari profesional kesehatan.

4. Mengelola Tingkat Stres
Stres kronis selama kehamilan, dapat menyebabkan kelahiran prematur. Menerapkan teknik pengurangan stres, seperti yoga prenatal, meditasi, atau latihan pernapasan dalam, dapat meningkatkan kesehatan emosional. Komunikasi terbuka dengan orang-orang terkasih dan mencari dukungan saat dibutuhkan, juga merupakan aspek penting dalam manajemen stres.

Persalinan prematur dapat dihindari atau ditunda dengan menggunakan berbagai prosedur medis, yang juga membantu bayi yang belum lahir agar siap untuk hidup di luar rahim. Tindakan pencegahan, menjaga berat badan dan nutrisi yang sehat, serta mengelola stres merupakan beberapa strategi untuk menurunkan risiko persalinan prematur.

Foto : HealthHub