Imunisasi Rutin Jaga Anak Indonesia dari Infeksi Berbahaya

Jakarta, GPriority.co.id – Komite Imunisasi Nasional Prof. Dr. dr. Soedjatmiko mengungkapkan bahwa imunisasi rutin mampu melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai infeksi berbahaya.

Menurut Prof. Soedjatmiko, pada tahap pertama anak-anak Indonesia rentan terkena berbagai macam infeksi, seperti Tuberkulosis yang menyerang paru-paru, otak, dan organ lainnya. Infeksi ini bisa dicegah dengan imunisasi BCG pada saat baru lahir atau pada minggu-minggu pertama.

Selanjutnya, Prof. Soedjatmiko menuturkan, kelumpuhan pada anak yang menyebabkan cacat kaki yang mengecil sebelah dapat dicegah lewat Vaksin polio.

“Vaksin polio diberikan pada kunjungan pertama, kemudian pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan,” tuturnya dikutip, Kamis (1/8).

Lalu, ada penyakit Difteri pernah merebak di Indonesia pada 2015-2017 dengan angka kematian yang cukup tinggi, sekitar 800 hingga 1000 orang meninggal karena sumbatan jalan napas dan kerusakan otot jantung.

“Imunisasi DPT atau Pentavalen diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan, serta dilanjutkan lagi saat kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 sekolah dasar,” katanya.

Kemudian, ancaman campak dan Rubella. Menurutnya, penyakit campak bisa menyerang paru-paru anak dan menyebabkan kematian, radang paru, serta otak. Sedangkan rubella, meskipun tidak terlalu berbahaya pada anak, bisa menyebabkan cacat jantung, otak, dan mata pada janin jika tertular kepada ibu hamil.

“Untuk anak kelas 5 dan 6 sekolah dasar, penyakit kanker leher rahim dapat dicegah dengan vaksin HPV dan semua jenis vaksin ini disediakan gratis oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Soedjatmiko membeberkan ada beberapa penyakit lain yang vaksinnya belum tersedia secara luas di Indonesia, seperti demam berdarah dan tifus.

“Negara-negara maju memiliki cakupan imunisasi yang mencapai sekitar 90 persen, membuktikan bahwa imunisasi aman dan bermanfaat,” tegas Prof. Soedjatmiko.

Dia menyampaikan, bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin untuk melindungi kesehatan anak-anak, dan masyarakat harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Terbukti bahwa memang imunisasi aman dan bermanfaat. Sehingga pemerintah yang menyediakan, masyarakatnya sudah berbondong-bondong sehingga cakupan di negara maju mencapai sekitar 90 persen,” ucapnya.

Foto: Istimewa