Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhamad Muslim, menyoroti kemajuan signifikan mengenai perkembangan transformasi digital di Indonesia saat menghadiri acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
“Saya kira dalam beberapa tahun terakhir ya ada kemajuan yang cukup signifikan mengenai transformasi digital ini,” ujar Muslim saat ditemui GPriority setelah mengikuti panel diskusi Asosiasi Diskominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) di DTI-CX 2024, Rabu (31/7).
Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa transformasi digital terus berjalan dengan baik, mengingat kehidupan modern yang semakin tidak terlepas dari sistem elektronik.
Terkait perkembangan transformasi digital di Kalimantan Selatan, Muslim menyatakan bahwa wilayah tersebut telah mengalami peningkatan yang signifikan.
“Alhamdulillah, di Kalimantan Selatan sudah mulai bagus, kalau sebelumnya tanggung jawabnya tersebar semua sudah terpusat di diskominfo, sehingga dari segi efektivitas dan efisiensi menjadi lebih baik,” jelasnya.
Dengan pengelolaan yang terpusat di Diskominfo, sistem pemerintahan elektronik di provinsi tersebut menjadi lebih terkoordinasi dan mudah diawasi.
Meski demikian, Muslim mengakui bahwa masih ada beberapa hambatan yang harus diatasi, terutama terkait infrastruktur.
“Infrastruktur dan belum integrasi kota rencana yang berkaitan dengan sistem yang berbasis elektronik dengan perencanaan secara umum,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa integrasi infrastruktur, baik jaringan internal maupun infrastruktur elektronik lainnya, perlu diperkuat untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Muslim juga berharap agar acara DTI-CX 2024 ini dapat menjadi inspirasi bagi para pejabat di Kalimantan Selatan.
“Harapannya acara ini menjadi inspirasi di banua kami sehingga kami menurunkan para pejabat untuk hadir untuk melihat dan menginspirasi apa yang bisa kita adapt dan adopt di Kalimantan,” tutupnya.
Foto: GPriority
