Jakarta, GPriority.co.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto pada Kamis (20/2). Penyidik memutuskan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dua kasus korupsi; suap pergantian antar-waktu anggota DPR 2019-2024, dan perintangan penyidikan buron Harun Masiku.
Hasto usai pemeriksaannya sebagai tersangka selama tujuh jam dan langsung mengenakan rompi tahanan dan borgol. Sebelumnya Hasto sempat mengajukan praperadilan atas status tersangkanya tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Djuyamto tidak menerima permohonan tersebut sebab tidak memenuhi unsur formil.
Profil Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto lahir 7 Juli 1966 merupakan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP). Hasto lahir dari ayah bernama Antonius Krido Pardjono dan ibu bernama Yohana Sutami.
Dilansir dari Wikipedia, Hasto menempuh pendidikan SMA di Kolese de Britto pada 1982. Pada 1985, ia menjadi mahasiswa Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada (UGM). Semasa kuliah di UGM, ia terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.
Hasto Kristiyanto mendapatkan gelar Doktor Ilmu Pertahanan dalam Sidang Promosi terbuka Universitas Pertahanan pada 6 Juni 2022, dengan disertasi berjudul Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negara.
Setelah lulus Fakultas Teknik Kimia UGM tahun 1991, Hasto memulai karir di BUMN PT Rekayasa Industri, awal karir ia bekerja sebagai penguji operasional awal instrumen pengering udara, pengolahan air dan generator turbin gas di Pabrik Ammonia dengan supervisi dari M.W Kellogg, USA. Hingga pada 1993, ia menjadi manajer proyek.
Pada 1999-2000, ia berperan dalam studi pembangunan PLTN Ujung Lemah Abang yang bekerjasama dengan ITB dan BATAN. Kariernya PT Rekayasa Industri berlangsung hingga 2002, dengan posisi terakhir sebagai Kepala Divisi Agroindustri
Pada 1999 Hasto mulai masuk ke dalam struktur partai dan bekerja sebagai notulis. Setelah menamatkan Pendidikan S2 pada 2000 di Universitas Prasetiya Mulya. Hasto memutuskan berkarir Partai PDI Perjuangan.
Pada 2004, Hasto Kristiyanto terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur. Di dalam DPR RI, ia masuk komisi VI yang bermitra dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, KPPU dan BKPM). Pada Alat Kelengkapan DPR RI Hasto masuk ke dalam Badan Anggaran.
Ia menjadi salah satu pengusul Hak Angket Tolak Impor Beras pada 2006, Hak Angket Kenaikan harga BBM pada 2007, dan menjadi anggota Pansus RUU Penanaman Modal (UU Nomor 25 Tahun 2007) bersama dengan Fraksi PDI Perjuangan menolak pengesahan Perpu Nomor 1 Tahun 2007 tentang Zona Perdagangan Bebas.
Pada 2008, Hasto Kristiyanto masuk ke dalam Pansus RUU ITE dan masuk dalam Panitia Anggaran RUU APBN Nomor 16 tahun 2008 Perubahan UU 45 tahun 2007 tentang APBN Tahun Anggaran 2008. Di tahun yang sama Hasto menjadi Anggota Pansus RUU UMKM (UU Nomor 20 Tahun 2008 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Pada 009, Hasto masuk ke dalam Pansus RUU Mineral Batubara (UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba). Lalu ia juga masuk ke dalam anggota Pansus RUU Kawasan Ekonomi Khusus (UU Nomor 39 tahun 2009) dan Pansus RUU tentang resi gudang (UU Nomor 2 tahun 2009). Pada 2009 ini pula Hasto menjadi salah satu pengusul hak angket DPT Pemilu 2009.
Pada 2014, ia diangkat menjadi Pelaksana Tugas (PDI Perjuangan menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat jadi Menteri Dalam Negeri. Pada Kongres IV PDI Perjuangan 2015, Hasto Kristiyanto ditunjuk secara resmi menjadi Sekjen PDI Perjuangan masa bakti 2015-2020. Pada 2019 Kongres ke V Partai PDI Perjuangan, ia diangkat kembali menjadi Sekjen PDI Perjuangan masa bakti 2019-2024 yang diperpanjang hingga 2025.
Pada 2012 saat kampanye Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Hasto Kristiyanto menjadi salah satu tim kampanye.
Pada kampanye Pilpres 2014, Hasto menjadi salah satu tim kampanye untuk pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Ia kemudian menjadi Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019
Hasto Kristiyanto menikah dengan Maria Ekowati dan dikaruniai dua anak putra dan putri.
Pendidikan
- SD Gentan Yogyakarta (1972-1979)
- SMP Negeri Gentan Yogyakarta (1979-1982)
- SMA Kolese De Britto Yogyakarta (1982-1985)
- S-1 Fakultas Teknik Kimia UGM Yogyakarta (1985-1991)
- S-2 Manajemen STIE Prasetiya Mulya Business School, Jakarta (1997-2000)
- Program Profesi Insinyur UGM (2020-2021)
- S-3 Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan, Bogor (2020-2022)
Foto: Dok. Antara
