Jakarta, GPriority.co.id – Mulai tahun ajaran 2025/2026, siswa akan memiliki pilihan untuk mempelajari kecerdasan buatan (AI) dan coding sebagai mata pelajaran pilihan. Namun kedua mata pelajaran tersebut tidak akan menjadi mata pelajaran wajib saat ini.
Dilansir dari ANTARA, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Ma’ruf El Rumi mengatakan coding dan AI akan diperkenalkan mulai kelas 5 dan seterusnya. Meskipun program tersebut dimulai pada tahun ajaran baru, namun tetap bersifat opsional.
Langkah ini merupakan bagian dari adaptasi terhadap peran AI yang semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari, karena siswa saat ini sudah sangat terpapar dengan teknologi tersebut.
Sebagai informasi, durasi pembelajaran coding dan AI untuk jenjang SD/MI adalah dua jam pelajaran per minggu, untuk jenjang SMP/MTs adalah dua jam pelajaran per minggu, untuk jenjang MA/MA/SMK/MAK Kelas 10 adalah dua jam pelajaran per minggu, jenjang SMA/MA/SMK/MAK Kelas 11 dan 12 adalah empat jam pelajaran per minggu.
Jadi Salah Satu Ide Wapres Gibran yang Terealisasi
Pada masa awal menjabat, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah melontarkan berbagai ide bagi Indonesia. Setidaknya terdapat lima ide yang telah diberikannya. Salah satunya yaitu belajar coding dari tingkat SD hingga SMP.
“Kemarin saya titip ke Pak Menteri di rapat terakhir kita, kalau bisa mungkin tingkat SD atau SMP diterapkan juga pelajaran coding,” ujar Wapres Gibran pada Senin (11/11) lalu.
Sebagai informasi, coding atau pemrograman adalah proses memberikan instruksi pada komputer untuk melakukan tugas yang spesifik melalui serangkaian kode.
Instruksi yang dapat diberikan sangat beragam, mulai yang sederhana seperti menampilkan kata ‘Halo’ di layar, mengkalkulasi angka, mengenali wajah dari gambar, menggerakkan tangan robot, hingga menerbangkan roket ke luar angkasa. Ada banyak hal yang bisa dilakukan anak dengan kemampuan coding.
Anak-anak bisa belajar coding sejak kecil. Coding tak hanya seputar kemampuan untuk menguasai bahasa pemrograman, melainkan bisa mengasah soft skills. Dalam belajar coding, anak-anak bisa belajar menggunakan alogaritma dasar dan berpikir untuk menemukan serta memecahkan masalah secara kreatif.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/Getty Images
