Wanita di Meksiko Lahirkan Bayi Tabung dengan Bantuan AI

Wanita di Meksiko Lahirkan Bayi Tabung dengan Bantuan AI Wanita di Meksiko Lahirkan Bayi Tabung dengan Bantuan AI

Jakarta, GPriority.co.id – Teknologi AI kian mengudara. Kini seorang wanita di Meksiko dilaporkan berhasil melahirkan bayi tabung dengan bantuan AI (Artificial Intelligence).

Seorang bayi laki-laki yang sehat telah lahir dengan bantuan robot penyuntikan sperma yang dibantu oleh AI. Dikembangkan oleh Conceivable Life Sciences, teknologi ini menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu penyuntikan sperma intrasitoplasma (ICSI), sebuah proses rumit yang melibatkan penyuntikan satu sperma langsung ke dalam sel telur.

Tidak seperti metode tradisional yang dilakukan oleh embriolog, robot yang dipandu AI ini dapat mengidentifikasi dan melumpuhkan sperma yang paling sehat, sebelum menyuntikkannya secara tepat ke dalam sel telur, yang secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi, seperti dilansir dari laman Conceivable Life Sciences.

Prosedur yang dibantu oleh AI ini diuji di Guadalajara, Meksiko, pada seorang wanita berusia 40 tahun yang sebelumnya menghadapi siklus fertilisasi in vitro (IVF) atau proses bayi tabung yang gagal.

Dengan menggunakan sperma pasangannya dan sel telur donor, para ilmuwan membuahi beberapa sel telur, sementara beberapa dengan robot dan yang lainnya melalui IVF standar.

Satu embrio yang dibuat oleh robot tersebut menghasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran seorang bayi laki-laki. Kendati demikian, para ahli menekankan perlunya studi berskala lebih besar, hal ini menandai langkah besar menuju pengintegrasian AI dalam proses reproduksi, dengan harapan dapat membuat IVF lebih mudah diakses dan terjangkau di masa mendatang.

Seberapa Besar Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung?

Menurut Dr. Harianto Wijaya, Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Abdi Waluyo, keberhasilan program bayi tabung diklaim di atas 50 persen. Tentunya, ia menegaskan jika keberhasilannya juga didukung dari faktor usia.

Secara singkat, tata cara program bayi tabung digambarkan sel telur wanita bertemu dengan sel sperma laki-laki di luar tubuh. Sementara itu, untuk risikonya, terbilang sangat kecil menurut Dr. Harianto.

“Telur dari wanita ditarik keluar dari badan, dipertemukan dengan sperma di bawah mikroskop, lalu menjadi embrio. Di hari ketiga dan kelima dimasukkan ke dalam rahim. Singkatnya seperti itu,” ujarnya.

Foto : Ilustrasi/Dok. Medium