Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Mahulu Ungkap Hambatannya

Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Mahulu Ungkap Hambatannya Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Mahulu Ungkap Hambatannya

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) menyatakan kesiapan untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, seperti yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).

Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kabupaten Mahulu, Drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes. pada agenda Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perumahan dan Perdesaan, Selasa (29/4) kemarin.

“Program pembangunan 3 juta rumah ini adalah Program Nasional yang tentunya semua Pemda harus menyesuaikan dan mensukseskannya. Pemda Mahulu pastinya juga turut berpartisipasi dengan memasukkan dalam RPJMD-nya, dan mengalokasikan anggaran melalui Dinas PUPR atau Perkim, juga mengadakan sosialisasi ke kampung-kampung untuk memasukkan anggaran juga melalui APBKam nya masing- masing,” jelas Agustinus saat diwawancarai secara eksklusif oleh GPriority.

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan jika nantinya terkait jumlah rumah yang akan dibangun atau direnovasi, akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Saat ini, Pemkab Mahulu juga memiliki beberapa strategi untuk percepatan pembangunan.

“Strateginya dengan mengajak perusahaan yang ada di Mahakam Ulu, tentunya melalui CSR untuk berperan aktif dalam program tersebut, juga mengajak para investor atau pengembang agar dapat membangun perumahan di Mahakam Ulu,” ungkap Agustinus.

Selain itu, Agustinus juga mengatakan jika Pemkab Mahulu juga mendukung dan memberi kemudahan apabila ada investor di bidang properti yang ingin bermitra dengan pemerintah, untuk membangun perumahan di kabupaten Mahakam Ulu.

“Tentunya dengan mempermudah perizinan, membebaskan BPHTB dan PBG-nya dalam membangun perumahan, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya.

Adapun pembangunan 3 juta rumah ini akan diprioritaskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), juga untuk ASN (PNS dan P3K), yang rencananya akan dibangun semacam Perumahan Korpri.

Cari Investor dan Akses Jalan Rusak Jadi Hambatan

Kendati demikian, Agustinus pun turut mengungkap hambatan yang terjadi dalam realisasi program ini. Terutama berkaitan dengan pencarian investor atau pengembang.

“Hambatanya terutama mencari pengembang atau investor. Selain itu akses jalan ke Mahulu juga perlu segera diperbaiki. Karena jika akses jalan masih banyak yang rusak, pastilah investor makin tidak berminat karena biaya operasionalnya tinggi,” Agustinus menambahkan.

Sebagai informasi, saat ini Gubernur Kaltim dan Kaltara telah sepakat membangun jalan perbatasan Mahulu (Kalimantan Timur) dan Malinau (Kalimantan Utara).

Dilaporkan oleh Agustinus, Gubernur Kaltim telah menganggarkan dana sebesar Rp 28 miliar untuk perbaikan jalan dan pembangunannya.

“Tentunya akan dilaksanakan secara bertahap,  semoga segera bisa direalisasikan di tahun ini atau paling lambat tahun depan, karena jalan dari Long Bagun ke Mahak adalah jalan penghubung dari 2 kabupaten (Mahulu dan Malinau), dimana masyarakat Mahak banyak yang mencari kebutuhan seperti minyak, sembako dan material lainnya ke Long Bagun,” pungkasnya.

Foto : Dok. Pribadi (Agustinus)