BMKG: Indonesia Akan Alami Fenomena Kemarau Basah Hingga Agustus 2025

Indonesia Akan Alami Fenomena Kemarau Basah Hingga Agustus 2025 Indonesia Akan Alami Fenomena Kemarau Basah Hingga Agustus 2025

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan mungkin anda bertanya, mengapa kini lebih sering hujan padahal Indonesia sendiri telah memasuki bulan kemarau. Ternyata, Indonesia dilaporkan akan mengalami fenomena kemarau basah hingga Agustus 2025 mendatang.

Dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau basah tahun ini. Seperti yang tertera di situs resmi BMKG, musim kemarau yang lebih basah dari biasanya ini diperkirakan akan melanda berbagai daerah mulai Juni hingga Agustus 2025.

BMKG memproyeksikan sekitar 56,54% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di atas normal selama periode ini.

Pada Juli, angka ini bisa naik menjadi 75,3%, dan pada Agustus, naik menjadi 84,94%. Setelah puncak musim kemarau pada Agustus, musim peralihan (pancaroba) diperkirakan akan terjadi antara September hingga November. Musim hujan kemudian diperkirakan akan dimulai antara Desember 2025 hingga Februari 2026.

Sebelumnya, BMKG melaporkan jika Indonesia mengalami musim pancaroba. Musim pancaroba ini menjadi masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, sebagaimana dikonfirmasi oleh BMKG.

Adapun fase ini biasanya berlangsung dari Maret hingga April, ditandai dengan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi, termasuk hujan lebat yang tiba-tiba, badai petir, dan angin kencang.​

Data BMKG melaporkan, sekitar 57,7% wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau antara April hingga Juni 2025. Pergeseran ini menandakan bahwa puncak musim hujan harusnya telah berlalu.

Dengan kondisi saat ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tetap mengikuti prakiraan cuaca dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan.

Foto : Ilustrasi/Dok. Shutterstock