Jakarta, GPriority.co.id – Menanggapi isu susah cari kerja yang menjadi saat ini menjadi fenomena di Indonesia, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menyebut beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
Zainul menyebut, SDM Indonesia yang tidak kompeten merupakan penyebab utama dari isu susah cari kerja saat ini.
“Jangan-jangan memang kita ini enggak siap SDM yang kompeten. Lowongan kerja banyak, tetapi enggak keserap karena standar SDM kita ini enggak kompeten untuk bisa mengisi lowongan itu,” ungkap Zainul.
Selain faktor tersebut, penyebab lainnya menurut Zainul adalah karena kondisi iklim usaha. Ia menilai, kondisi iklim usaha yang buruk menyebabkan sulitnya menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Dalam sebuah pernyataan, Zainul turut menyoroti pertumbuhan investasi Indonesia pada Kuartal-I 2025, mencapai angka Rp486 triliun. Angka ini bahkan bertumbuh 15 persen.
Namun Zainul menyebut, besaran tersebut tak sebanding dengan penyerapan tenaga kerja di tanah air. Ia pun menduga jika investasi yang masuk bukanlah padat karya, melainkan padat modal.
“Rp486 triliun dana masuk ke Indonesia untuk investasi. Tapi serapan tenaga kerjanya kecil, hanya 600.000. Kalau dibikin indeksnya, 1 tenaga kerja itu yang direkrut butuh Rp700 juta investasi. Tapi Rp700 juta investasi hanya merekrut 1 tenaga kerja. Kan mahal sekali,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Sinaga, menyebut jika membeludaknya job fair bukanlah pertanda dari sulitnya mencari pekerjaan, melainkan pertanda tingginya antusiasme masyarakat terhadap lowongan kerja yang diberikan.
Job fair ialah hasil kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta. Pada agenda tersebut, puluhan perusahaan menawarkan hingga ratusan lowongan kerja di berbagai sektor terkait.
