Profil Syah Afandin, Bupati Langkat yang Ikut Terseret OTT KPK

Bupati Langkat, Syah Afandin, terseret OTT KPK, Jumat (3/7)/Foto : Dok. Kabupaten Langkat Bupati Langkat, Syah Afandin, terseret OTT KPK, Jumat (3/7)/Foto : Dok. Kabupaten Langkat

Jakarta, GPriority.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, Bupati Langkat Syah Afandin menjadi pihak yang diamankan dalam OTT yang dilakukan pada Jumat (3/7).

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Saat dimintai konfirmasi awak media, Fitroh membenarkan adanya operasi senyap yang menyasar orang nomor satu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Benar,” ujar Fitroh singkat.

Namun, hingga berita ini ditulis, KPK belum mengungkap konstruksi perkara maupun pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

Lembaga antirasuah masih memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT sebelum mengumumkannya secara resmi.

OTT terhadap Syah Afandin menjadi operasi tangkap tangan ke-15 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, OTT ke-14 berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Jumlah tersebut telah melampaui capaian KPK sepanjang 2025 yang hanya mencatat 11 operasi tangkap tangan dalam setahun.

Dilansir dari Sumut Pos, Syah Afandin merupakan politikus yang akrab disapa Ondim. Ia lahir di Medan pada 17 Juli 1977 dan mengawali karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Langkat. Namanya semakin dikenal setelah terpilih sebagai Wakil Bupati Langkat mendampingi Terbit Rencana Perangin Angin pada periode 2019–2024.

Karier politik Syah Afandin berubah pada Januari 2022 ketika Terbit Rencana ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta praktik korupsi lainnya. Setelah itu, Syah Afandin dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat sebelum akhirnya dilantik sebagai Bupati definitif untuk melanjutkan sisa masa jabatan.

Pada Pilkada 2024, Syah Afandin kembali maju sebagai calon bupati dan berhasil memenangkan kontestasi sehingga melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Langkat untuk periode berikutnya.

Meski tidak pernah menjadi tersangka dalam kasus yang menjerat mantan Bupati Terbit Rencana, kepemimpinan Syah Afandin tidak lepas dari sorotan publik.

Ia menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Langkat yang sebelumnya tercoreng akibat kasus korupsi.

Kini, nama Syah Afandin kembali menjadi perhatian nasional setelah dirinya diamankan dalam OTT KPK. Publik menantikan penjelasan resmi dari lembaga antirasuah terkait dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar operasi tersebut.