Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Hokkaido Jepang

Peringatan gempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Hokkaido Jepang pada Senin (24/7) waktu setempat/Foto : Dok. AFP Peringatan gempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Hokkaido Jepang pada Senin (24/7) waktu setempat/Foto : Dok. AFP

Hokkaido, GPriority.co.id – Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah utara Jepang, tepatnya di Pulau Hokkaido, pada Senin (27/4) pagi waktu setempat.

Peristiwa ini kembali menambah daftar aktivitas seismik yang belakangan meningkat di negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik tersebut.

Menurut laporan AFP, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 80 kilometer di bawah permukaan bumi. Badan meteorologi Jepang melaporkan bahwa pusat gempa berada di wilayah selatan Hokkaido. Meski getarannya cukup kuat, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar.

Otoritas setempat juga memastikan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa terjadi. Hal ini memberikan kelegaan bagi warga, mengingat Jepang kerap mengalami gempa yang berpotensi memicu gelombang tsunami.

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) menyatakan bahwa gempa terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.23 waktu setempat. Dalam keterangan resminya, mereka menegaskan bahwa “tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.”

Meski demikian, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. JMA juga memperingatkan adanya potensi bahaya lanjutan seperti tanah longsor di wilayah yang mengalami guncangan kuat. Seorang pejabat JMA mengatakan bahwa “di daerah yang mengalami guncangan kuat, bahaya jatuhan batu dan longsor meningkat.”

Laporan lain menyebutkan bahwa risiko kerusakan relatif kecil karena wilayah terdampak memiliki kepadatan penduduk yang tidak terlalu tinggi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga memperkirakan ancaman terhadap kehidupan dan properti tergolong minimal.

Gempa ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan pemerintah Jepang terhadap aktivitas seismik. Beberapa hari sebelumnya, wilayah utara Jepang juga diguncang gempa yang lebih besar hingga memicu peringatan tsunami.

Meski gempa terbaru ini tidak menimbulkan dampak signifikan, para ahli tetap mengingatkan bahwa Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa tertinggi di dunia. Setiap tahunnya, ribuan gempa kecil hingga besar tercatat terjadi di wilayah ini.

Berdasarkan laporan terbaru, gempa 6,2 magnitudo ini juga tidak menimbulkan korban atau kerusakan serius. “Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa,” demikian disebutkan dalam laporan AFP.

Selain itu, tidak adanya peringatan tsunami menjadi faktor penting yang menenangkan situasi. Otoritas menegaskan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi memicu gelombang laut besar yang berbahaya.

Jepang sendiri telah memiliki sistem mitigasi bencana yang sangat maju, termasuk sistem peringatan dini gempa dan tsunami. Sistem ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Dengan tidak adanya korban maupun kerusakan besar, gempa ini dapat dikategorikan sebagai peringatan dini bagi masyarakat dan otoritas untuk tetap waspada.

Selain itu, aktivitas seismik yang terus terjadi menunjukkan bahwa potensi gempa besar masih selalu ada di wilayah Jepang.