Gaza, GPriority.co.id – Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepak bola Palestina. Kiper asal Palestina, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah tertembak di Jalur Gaza pada awal pekan ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestine Football Association/PFA) dan diberitakan oleh Al Jazeera, yang menyebut Al-Ashqar tewas akibat tembakan tentara Israel di Kota Al-Qarara, wilayah timur laut Khan Younis.
Kepergian Al-Ashqar menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Palestina yang terus terdampak konflik berkepanjangan di Gaza. Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang menewaskan penjaga gawang tersebut.
Saleem Al-Ashqar dikenal sebagai kiper Khadamat Khan Younis, klub yang berlaga di Gaza Strip Premier League, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Jalur Gaza. Sepanjang kariernya, ia juga pernah membela klub Al-Aqsa dan Al-Masdar, menjadikannya salah satu pemain berpengalaman di kompetisi domestik Palestina.
Di luar lapangan hijau, kisah hidup Al-Ashqar juga menyentuh banyak orang. Ia diketahui baru menikah sekitar lima bulan lalu dan meninggalkan seorang istri yang kini tengah mengandung anak pertama mereka. Kepergiannya memicu gelombang simpati dari masyarakat Palestina maupun komunitas sepak bola internasional.
Dalam pernyataan resminya, PFA mengungkapkan bahwa Al-Ashqar merupakan salah satu dari lebih dari 1.000 atlet Palestina yang meninggal dunia sejak konflik di Gaza pecah pada Oktober 2023.
Jumlah tersebut mencakup atlet, pelatih, wasit, hingga tokoh olahraga dari berbagai cabang, dengan sepak bola menjadi salah satu yang paling terdampak.
PFA menyatakan bahwa konflik yang berkepanjangan telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap dunia olahraga Palestina, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur olahraga yang rusak akibat perang.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak. Klub asal Chili, Deportivo Palestino, yang dikenal memiliki ikatan sejarah kuat dengan diaspora Palestina, turut menyampaikan rasa dukanya melalui media sosial.
“Pikiran dan doa kami menyertai keluarga serta orang-orang tercinta yang ditinggalkannya,” bunyi ungkapan bela sungkawa tersebut.
Selain menyampaikan belasungkawa, Deportivo Palestino juga menyerukan pentingnya keadilan dan perdamaian bagi masyarakat Palestina yang terus menghadapi dampak konflik bersenjata.
Meninggalnya Saleem Al-Ashqar kembali menyoroti besarnya dampak konflik Gaza terhadap dunia olahraga. Di tengah peperangan yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, para atlet Palestina tidak hanya kehilangan kesempatan berkompetisi, tetapi juga menghadapi ancaman terhadap keselamatan jiwa mereka.
