Jakarta, GPriority.co.id – Istilah vasektomi semakin populer usai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadikan vasektomi sebagai syarat menerima bansos (bantuan sosial), beberapa waktu lalu.
Bahkan pada bulan Juni lalu, prosedur ini dilakukan secara masif oleh warga Subang, karena dijanjikan uang senilai Rp500 ribu, sesudah melakukan vasektomi.
Selain pasien mendapatkan uang Rp500 ribu, prosedur vasektomi ini juga gratis. Bahkan pendaftarnya membludak hingga 200 orang. Sayangnya, karena keterbatasan tenaga medis dan anggaran, akhirnya hanya 60 pendaftar yang dilayani.
Sebenarnya prosedur vasektomi sudah ada sejak lama. Namun banyak kaum pria yang enggan melakukannya, dan lebih membebankan kepada wanita untuk memasang KB. Kebanyakan dari mereka khawatir jika prosedur vasektomi ini dapat berpengaruh pada kejantanan pria.
Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam terkait prosedur vasektomi, tim GPriority mencoba menggali informasi dari dr. Christopher Kusumajaya, Sp.U, yang merupakan Dokter Spesialis Urologi di RS Ciputra Citra Garden. Berikut ini pembahasannya.

Boleh dijelaskan, apa itu prosedur vasektomi dan dapat dilakukan pada pria mulai usia berapa?
“Vasektomi itu kontrasepsi pada pria yang sifatnya permanen. Artinya, setelah dilakukan tindakan vasektomi tersebut, tidak perlu ada prosedur atau tindakan selanjutnya untuk mendapatkan hasil kontrasepsi pada pria.”
“Untuk batasan usia tidak ada. Usia berapa pun bisa dilakukan prosedur vasektomi, asal laki-laki itu sudah menikah.”
Bagaimana prosedur vasektomi itu?
“Vasektomi sendiri membutuhkan prosedur operasi, tapi operasi yang ringan. Bisa dilakukan dengan pembiusan lokal, artinya hanya pada tempat operasinya saja. Bisa juga kalau pasien mau lebih nyaman dengan pembiusan, yang kita sebut sedasi. Jadi nanti diberikan obat tidur sebentar, karena prosedurnya itu ringan dan cepat.”
Apakah efek vasektomi akan berjangka panjang?
“Kalau efek kontrasepsinya sendiri, bersifat permanen. Artinya setelah tindakan, laki-laki itu tidak bisa membuahi pasangannya. Walaupun tetap ada angka kegagalan dari tindakan vasektomi, tapi kecil sekali dibawah 10 persen kegagalannya.”
Apa perbedaan yang akan dirasakan ketika seorang pria sudah melakukan prosedur vasektomi?
“Biasanya banyak pria yang takut vasektomi karena khawatir pengaruh ke arah kejantanannya. Misalnya saja soal ereksi ataupun ejakulasi. Yang perlu diperhatikan, bahwa vasektomi ini tidak mempengaruhi kejantanan. Jadi tidak akan mempengaruhi ereksi maupun ejakulasi. Dia hanya memotong jalur keluarnya sprema.”
Apa bedanya sperma dan cairan ejakulasi?
“Jadi perlu saya tekankan, sperma dengan cairan ejakulasi itu berbeda. Cairan ejakulasi itu mengandung sperma. Nantinya setelah tindakan vasektomi, cairan ejakulasi tetap keluar. Tetapi bedanya dia tidak mengandung sperma, karena jalur keluarnya sperma telah dipotong saat tindakan vasektomi.”
Lalu, apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula jika ingin memiliki keturunan?
“Bisa dikembalikan ke kondisi semula apabila kembali dilakukan tindakan penyambungan. Jadi, kalau vasektomi itu memutus jalur spermanya. Namun bisa dilakukan lagi tindakan operasi untuk menyambung dari jalur yang diputus tadi. Ini bisa dilakukan jika di kemudian hari pasien berubah pikiran dan ingin punya keturunan lagi.”
Berapa biaya vasektomi pada umumnya di Indonesia?
“Kalau biayanya itu berbeda-beda ya tiap rumah sakit. Tergantung dari dokter yang melakukan, juga dari kelas perawatan. Jadi biayanya itu sangat beragam. Tapi yang saya tahu, sekarang itu pemerintah sedang menggalakkan program vasektomi ini. Jadi dengan bantuan pemerintah dapat melakukan prosedur vaksetomi ini.”
Apakah prosedur vasektomi dapat dilakukan secara masif dan menjadi alternatif pengganti kb pada wanita?
“Kalau dilakukan secara masif, bisa. Tapi karena butuh tindakan, jadi membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan serentak. Artinya, harus bergantian untuk melakukan tindakan vasektomi ini.”
