Jakarta, GPriority.co.id – Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa (15/7) lalu melalui sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, bahwa produk-produk Indonesia yang masuk ke AS kini akan dikenakan tarif impor 19 persen.
Keputusan ini diambil setelah perundingan langsung dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Dilansir dari ANTARA, tarif impor baru ini merupakan pengurangan dari tarif 32 persen yang sebelumnya diusulkan Trump pada bulan April lalu.
Bersamaan dengan pembaruan tarif impor ini, kedua pemimpin juga menandatangani perjanjian di mana Indonesia berkomitmen untuk membeli produk energi senilai USD 15 miliar dan produk pertanian senilai USD 4,5 miliar dari AS.
Trump juga mengatakan bahwa Indonesia berencana membeli 50 pesawat Boeing baru, sebagian besar Boeing 777, meskipun ia tidak menyebutkan maskapai atau perusahaan mana yang akan melakukan pembelian tersebut.
Trump juga mengakhiri pidatonya dengan berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas “persahabatan dan komitmen mereka untuk membantu mengurangi defisit perdagangan AS dengan Indonesia.”
Usai kesepakatan tarif impor 19 persen ini, Presiden Prabowo mengungkapkan rencana pertemuan dengan Trump. Kabarnya pertemuan ini akan berlangsung pada bulan September atau Oktober mendatang.
“Beliau (Trump) mengatakan mungkin sekitar September-Oktober (melakukan pertemuan). Tetapi saya agak ngeri kalau diajak main golf. (Permainan) golf saya jelek sekali. Saya harus les privat golf. Dulu bagus, sekarang nggak bisa lagi,” ungkap Prabowo ketika diwawancarai.
Sebelumnya Prabowo dilaporkan langsung menghubungi Trump dan melakukan negosiasi ketika tarif impor Indonesia ditetapkan sebesar 32 persen oleh AS. Prabowo mengatakan, pembicaraan tersebut berlangsung baik.
Baik Prabowo maupun Trump, sepakat akan era baru hubungan perdagangan Indonesia-AS yang saling menguntungkan
