Ajudannya Diduga Intimidasi Wartawan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Buka Suara

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Foto : Tangkapan Layar (TikTok/kaltimtoday) Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Foto : Tangkapan Layar (TikTok/kaltimtoday

Kaltim, GPriority.co.id – Viral ajudan Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur) Rudy Mas’ud, diduga intimidasi wartawan. Kejadian ini berlangsung saat peliputan agenda resmi di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7) lalu.

Dari video yang ramai beredar di media sosial, insiden ini terjadi ketika sejumlah jurnalis sedang melakukan wawancara doorstop bersama Gubernur Kaltim.

Saat itu Gubernur Kaltim melakukan penandatanganan kerja sama dengan dua yayasan lingkungan hidup. Menyoba memberhentikan wawancara, sang ajudan menegur wartawan hingga berkali-kali dengan menyebut, “Mas, mas,” sebagai tanda meminta wartawan untuk berhenti bertanya.

Namun wartawan tetap melanjutkan pertanyaan, hingga akhirnya ajudan Gubernur Kaltim tersebut mengeluarkan kalimat yang diduga mengintimidasi, “tandain, tandain”.

Menurut informasi yang beredar, ajudan Gubernur Kaltim tersebut bernama Senja Fitriani Borgin. Terpantau dari akun Instagram pribadinya, @princessborgin, dirinya lumayan aktif mengunggah kesehariannya. Namun kini ia membatasi komentar pada postingan akun Instagramnya, usai viral.

Menanggapi insiden ini, Kepala Biro Adpim Setda Kaltim, Syarifah Alawiyah, menyebut jika kejadian dipicu oleh kelelahan, waktu yang terbaatas, hingga respons emosional tanpa adanya niat mengintimidasi. Ia juga menekankan jika media tetap dihargai, namun diminta untuk tetap menyesuaikan situasi di lapangan.

“Pada saat kejadian itu, Bapak Gubernur itu dari pagi sampai jam 3 itu berada di acara launching Koperasi Merah Putih. Di situ beliau belum sempat makan. Sampai di kantor Gubernur beliau menghadiri acara selnajutnya. Beliau juga sudah beberapa kali mengatakan ‘sudah ya’,” jelas Syarifah yang  menilai jika sespri hanya menjalankan tugasnya.

Di sisi lain, Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf terhadap insiden tersebut, dan mengatakan jika hal ini terjadi di luar kendalinya.

“Saya mengucapkan mohon maaf ya karena itu diluar daripada kontrol saya, karena sifatnya adalah spontan. Tetapi intinya, tidak ada niatan sedikitpun untuk hal itu terjadi. Saya sekali lagi mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh insan media, insan pers, maupun insan medsos semuanya,” ujar Rudy seperti dikutip dari postingan video TikTok @kaltimtoday.

Lebih lanjut Rudy menilai jika kolaborasi dengan media selama ini sangat erat untuk menyebarkan informasi. Rudy pun merasa tak ada jarak dengan media. Ia berharap, kedepannya bersama-sama dapat berkolaborasi membangun Kalimantan Timur lebih baik ke depannya.

“Saya mengharapkan sekali informasi-informasi yang positif itu yang diberikan kepada masyarakat kita. Karena (informasi) yang positif saja belum tentu responnya positif. Apalagi kalau negatif. Maka tolong, medianya juga membuat suasana menjadi sejuk untuk semuanya,” ungkap Rudy di akhir wawancara.