Bandung, GPriority.co.id – Guna mengatasi kemacetan lalu lintas yang parah di kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana membangun LRT Bandung Raya.
Tingginya pertumbuhan penduduk serta kendaraan di kota tersebut, membuat transportasi publik yang efisien sangat dibutuhkan. Pembangunan LRT Bandung Raya ini disebut menjadi solusi selain mengurangi kemacetan, namun juga meningkatkan konektivitas warga Bandung.
Hingga kini, kajian mengenai proyek LRT Bandung Raya disebut oleh Pemprov Jawa Barat masih terus berlanjut. Nantinya, pembangunan tersebut direncanakan memiliki 2 rute, Barat-Timur dan Utara-Selatan. Namun, Utara-Selatan akan menjadi rute prioritasnya.
Rute tersebut nantinya akan menghubungkan kawasan Ledeng-Leuwipanjang karena tingkat kemacetan yang tinggi di kawasan tersebut. Dengan kehadiran rute ini, diharapkan nantinya dapat berkontribusi besar untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sebab, selama ini kendaraan pribadi masih banyak digunakan karena kurangnya sistem transportasi umum di Kota Bandung.
Sayangnya alih-alih mendukung rencana pembangunan LRT Bandung Raya, banyak warga Bandung yang menilai jika rencana ini hanya akan menjadi wacana semata, tanpa benar-benar diwujudkan. Pasalnya, wacana transportasi publik juga sudah digaungkan sebelumnya oleh Pemprov Jawa Barat.
“Ini hanya wacana saja, jangan dianggap terlalu serius. Flyover di jalan pajajaran aja dari zaman majapahit sampe 2025 ga beres-beres. Padahal ga panjang-panjang amat,” tulis salah satu netizen.
“Kenyang warga Bandung dengan sejuta wacana,” tulis netizen lainnya.
Bukan hanya dari kalangan warga, opini serupa juga disampaikan oleh Djoko Setijowarno selaku Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Djoko berpendapat, Pemprov Jawa Barat terlalu banyak menghadirkan wacana, ketimbang aksi nyata. Ia menilai jika upaya untuk mengurangi kemacetan di Bandung sudah sangat terlambat. Bahkan ia mengklaim jika kemacetan di Kota Bandung sudah masuk ke dalam kategori kronis.
Berdasarkan laporan tahunan TomTom Traffic Index di tahun 2024, Kota Bandung dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia. Bahkan kemacetannya mengalahkan DKI Jakarta.
