Peneliti Jepang: 90 Persen Penyakit Berasal Dari Pikiran, Makanan Hanya 10 Persen

Peneliti Jepang: 90 Persen Penyakit Berasal Dari Pikiran, Makanan Hanya 10 Persen/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock Peneliti Jepang: 90 Persen Penyakit Berasal Dari Pikiran, Makanan Hanya 10 Persen/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock

Jepang, GPriority.co.id – Seorang peneliti Jepang bernama Dr. Masaru Emoto, mengungkapkan jika 90 persen penyakit berasal dari pikiran dan makanan hanya 10 persen sisanya.

Emoto berpendapat, kesehatan bukan hanya semata-mata dipengaruhi oleh makanan, melainkan juga pikiran kita sendiri. Dalam sebuah laporan, Emoto menekankan pentingnya terus menjaga pikiran secara positif agar memiliki kesehatan yang optimal.

Emoto pun mencontohkan orang yang memiliki gangguan jiwa dan makanan sembarangan, namun bisa tetap sehat jika memiliki pikiran yang seimbang. Dirinya menambahkan, pikiran negatif dan emosi yang kerap kali tak terkendali seperti kemarahan selama lima menit saja misalnya, mampu menurunkan daya tahan tubuh hingga beberapa jam ke depan.

Walaupun pendapatnya tersebut dikritik oleh banyak orang dan dianggap tak mengikuti metode ilmiah serta dikategorikan sebagai pseuodscience, namun penelitian Emoto tersebut berhasil mencuri perhatian.

Pandangannya memicu perbincangan yang lebih mendalam, terutama berkaitan dengan kesehatan fisik. Sebagian orang juga menganggap jika penelitian tersebut bermanfaat untuk mendorong kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan antara kesehatan mental, serta mengonsumsi makanan sehat guna menjaga kebugaran tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Virginia (UVA) mengatakan, kunci kesehatan mental dimulai dari organ pencernaan. Mereka menemukan bahwa Lactobacillus, bakteri yang ditemukan dalam yogurt serta makanan fermentasi lainnya, dapat membantu tubuh untuk mengelola stres, juga membantu mencegah depresi dan kecemasan.

“Tubuh kita dipenuhi oleh ribuan mikroorganisme yang secara kolektif disebut sebagai mikrobiota yang sangat penting bagi kesehatan kita, begitu pula usus kita,” tulis penelitian tersebut.

Lebih lanjut, tim UVA juga mengatakan jika gangguan terhadap mikrobiota baik karena penyakit maupun pola makan yang buruk dan penyebab lainnya, dapat berkontribusi terhadap banyak penyakit. Bahkan dapat membantu penyebaran kanker.