Jakarta, GPriority.co.id – Muhaimin Iskandar atau yang lebih akrab disapa Cak Imin, menyoroti banyaknya WNI yang bekerja di Kamboja. Menurut laporan, 150 ribu WNI kerja di Kamboja hingga saat ini.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat tersebut merasa heran, karena menurutnya Kamboja lebih miskin dibandingkan Indonesia. Dilansir dari data PDB per kapita, Kamboja memang lebih miskin dibandingkan Indonesia.
PDB perkapita Kamboja sendiri tercatat hanya USD 2.630, sedangkan Indonesia jauh berada di atasnya, senilai USD 5.270. Bahkan, Kamboja juga masuk ke daftar 5 negara ASEAN dengan PDB rendah, selain Myanmar, Timor Leste, Laos, dan Filipina (menurut data IMF per April 2024).
Kendati demikian, WNI sendiri ternyata memiliki alasan mengapa lebih memilih Kamboja untuk bekerja. Salah satunya terkait industri judol di negara tersebut yang kian marak, dan menawarkan gaji 2-3 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan di Indonesia.
Di sisi lain, memperoleh visa di Kamboja juga lebih mudah, biaya hidupnya lebih rendah, serta jarak Indonesia yang dekat dengan Kamboja juga menjadi daya tarik lain bagi WNI untuk bekerja di negara tersebut. Terlebih, saat ini Indonesia sedang marak menghadapi masalah PHK masal dan angka pengangguran yang kian meningkat.
Melihat hal tersebut, Cak Imin memberi pesan agar pemerintah turut serta memperhatikan isu ini. Untuk para calon pekerja migran, ia berharap mereka dapat benar-benar memverifikasi informasi lowongan kerja di luar negeri yang banyak tersebar di media online.
Terlebih, saat ini banyak lowongan online yang menawarkan gaji tinggi. Tak sedikit juga yang terjebak, hingga akhirnya dieksploitasi.
“Pemerintah nggak boleh diam lagi. Jangan duduk-duduk di kantor, tapi tidak mampu menyajikan verifikasi. Kemarin ada yang rekrutmen melalui Facebook ke Myanmar dan Kamboja. Ujung-ujungnya disiksa di sana jadi pekerja online, penipuan online, scam,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), Judha Nugraha, melaporkan jika di tahun 2023 tercatat lebih dari 89 ribu WNI memiliki izin tinggal di Kamboja. Bahkan, pada September 2024 kemarin, 123 ribu WNI yang berkunjung ke Kamboja meningkat 32 persen dibandingkan tahun 2023.
Kendati demikian, KBRI Phnom Phen juga semakin banyak menangani kasus WNI di Kamboja, yang didominasi oleh kasus penipuan online. Mirisnya, ada kecenderungan jika kasus online scam atau penipuan online tersebut dinormalisasikan.
“Kami melihat ada kecenderungan normalisasi industri online scam ini menjadi sebuah bentuk mata pencaharian. Kami melihat ada beberapa layanan lowongan kerja yang berhubungan dengan online scam,” ungkap Judha.
