Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari dan Praktisi Kesehatan, dr Ngabila Salama, mengungkapkan bahwa penyakit kanker yang paling sering menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks).
Dia menambahkan, berdasarkan urutan kasus, kanker payudara menduduki posisi pertama dan juga menjadi penyebab kematian terbanyak. Sementara itu, di posisi kedua adalah kanker serviks.
Maka dari itu, dr Ngabila, menyarankan agar para perempuan melakukan pencegahan sejak dini guna tidak terserang kedua penyakit tersebut.
Lantas, bagaimana cara mencegah kanker payudara dan kanker serviks?
Dr Ngabila mengatakan, mencegah kanker payudara dan serviks dapat dilakukan dengan kombinasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan vaksinasi.
Kanker Payudara
Untuk kanker payudara, kata dia, dapat dicegah dengan empat cara yakni menerapkan gaya hidup sehat, menyusui, hindari terapi hormon jangka panjang dan deteksi sejak dini.
”Gaya hidup sehat dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, hindari obesitas. Kemudian, kurangi konsumsi alkohol, hindari merokok. Lalu, perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan batasi lemak jenuh. Serta, rutin olahraga minimal 30 menit per hari,” kata dr Ngabila kepada GPriority, Senin (18/8).
Terkait deteksi dini, tambah dr Ngabila, dapat dilakukan dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) tiap bulan setelah menstruasi. Lalu, SADANIS (Periksa Payudara oleh Tenaga Kesehatan) minimal 1–3 tahun sekali.
Kemudian, lakukan mamografi mulai usia 40 tahun, atau lebih muda bila ada riwayat keluarga kanker payudara.
Kanker Serviks
Dr Ngabila mengatakan, pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dangan empat cara juga yakni vaksinasi HPV (human papillomavirus), skrining rutin, hindari faktor risiko dan perkuat imunitas.
Terkait vaksinasi HPV, tambah dia, dapat diberikan pada anak perempuan mulai usia 9–13 tahun, bisa juga untuk wanita hingga usia 45 tahun.
“Memberi perlindungan terbaik bila dilakukan sebelum aktif berhubungan seksual,”tutur dr Ngabila.
Sementara skrining rutin, dapat dilakukan dengan Pap Smear (prosedur pengambilan sampel sel di serviks untuk mendeteksi kanker leher rahim pada wanita) dimulai usia 21 tahun, setiap 3 tahun sekali. Lalu, lakukan juga tes HPV DNA (prosedur untuk mendeteksi infeksi virus HPV tipe risiko tinggi pada wanita) dimulai usia 30 tahun, setiap 5 tahun sekali.
“Deteksi dini sangat efektif karena kanker serviks berkembang perlahan,” ucapnya.
Soal hindari faktor risiko, dr Ngabila mengatakan, dapat dilakukan dengan setia pada satu pasangan. Dia juga menyarankan untuk menggunakan kondom guna mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi menular seksual lainnya.
“Hindari merokok (nikotin melemahkan imunitas lokal serviks),” tambah dr Ngabila..
Kemudian, untuk cara mencegah kanker serviks dengan perkuat imunitas, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan seimbang, cukup tidur, dan kelola stres untuk menjaga daya tahan tubuh.
Pewarta : Fifi Abdurahman
