Jakarta, GPriority.co.id – Sosok Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menjadi sorotan. Laporan menyebut, ia resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.
Kabar ini disampaikan melalui laman resmi Bloomberg. Dewan Penasihat Global Bloomberg dibentuk pada April 2025 dan bertugas menghadapi tantangan global yang kian kompleks. Jokowi berjejer dengan sejumlah tokoh dunia. Mulai dari Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath, CEO Soros Fund Management Dawn Fitzpatrick, serta Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong.

Satu hal yang menarik perhatian, Jokowi menjadi satu-satunya mantan kepala negara dalam jajaran dewan penasihat global tersebut. Adapun sosok yang dipilih sebagai anggota dewan dilihat berdasarkan pengalaman mereka di bidang bisnis, pemerintahan, serta organisasi mutilateral.
Seperti dilansir dari laman Bloomberg pada Rabu (24/9), Jokowi dideskripsikan sebagai politisi, insinyur, serta pengusaha Indonesia yang pernah memimpin Indonesia pada 2014-2024.
Riwayat jabatan Jokowi juga ditulis secara lengkap di laman tersebut. Mulai dari Wali Kota Surakarta (2005-2012), Gubernur DKI Jakarta (2012-2014), hingga saat ia menjabat sebagai Dewan Pengarah di Badan Pengelola Investasi Indonesia (INA).
Nama Jokowi juga disebut sebagai presiden pertama yang tidak berasal dari kalangan elite politik maupun militer. Dengan hadirnya Dewan Penasihat Global ini, Bloomberg New Economy berharap dapat mengumpulkan berbagai masukan strategis dari para tokoh yang dinilai memiliki banyak pengalaman tersebut.
Utamanya untuk mencari solusi atas persoalan besar yang dihadapi dunia. Mulai dari rivalitas geopolitik, rantai pasok, hingga mobilisasi modal global.
Sebagai informasi, organisasi tersebut sejak 2018 telah berperan sebagai wadah dialog internasional dan memiliki misi untuk menjembatani pergeseran kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur, serta dari Utara ke Selatan.
Nantinya,Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy dijadwalkan mengatakan pertemuan pada 19-21 November 2025 di Singapura. Pertemuan ini akan mengankat tema besar bertajuk, “Thriving in an Age of Extremes.”
Sementara itu, sampai berita ini diluncurkan, Jokowi belum mengupdate apapun di media sosialnya perihal kabar ini.
