Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan langsung kepada orang tua.
Usulan itu disampaikan menyusul maraknya kasus keracunan MBG belakangan ini.
“Kalau saya kemarin menawarkan opsi dikembalikan ke sekolah, ya karena beberapa faktor tadi. Tetapi, opsi kedua adalah opsi memberikan kepada orang tuanya secara langsung,” ujar Charles seperti dilaporkan Antara, dikutip Rabu (24/9).
Menurutnya, penyaluran dana kepada orang tua akan lebih efektif meningkatkan kualitas implementasi program. Sebab, orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak, termasuk dari sisi gizi.
“Ya enggak mungkin juga mereka tidak menyediakan makanan yang memiliki gizi yang baik, yang disukai oleh anaknya, sehingga ini adalah opsi yang bisa segera dipertimbangkan,” ujar dia.
Charles menilai, langkah tersebut juga dapat mempercepat serapan anggaran MBG. Saat ini, serapan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Agustus baru 18,6 persen.
“Apalagi, kalau Badan Gizi Nasional (BGN) salah satu targetnya adalah untuk mengejar serapan. Kalau kita lihat per bulan Agustus, serapan anggaran di BGN kan baru 18,6 persen, sehingga 3,5 bulan waktu yang menurut saya tidak cukup untuk bisa menghabiskan 82 persen,” ujar dia.
Sebelumnya pada Senin (22/9), Badan Gizi Nasional menyampaikan siap membentuk tim investigasi yang terdiri atas ahli kimia, ahli farmasi, hingga ahli kesehatan untuk mempercepat penanganan kasus keracunan akibat Makan Bergizi Gratis.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan tim tersebut dibentuk sebagai opsi kedua, mengingat untuk kasus keracunan, BGN tidak bisa langsung memberikan justifikasi, karena harus menunggu hasil investigasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang membutuhkan waktu cukup lama.
“Jadi, kami membentuk tim investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengira-ngira apa yang menjadi penyebab anak-anak ini sakit, apakah betul karena keracunan, alergi, atau hal-hal lain,” katanya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
