Jakarta, GPriorit.co.id – Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Utara (Kaltara), Bustan, memuji langkah Kota Batam yang dinilai sukses memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Hal itu disampaikan Bustan usai menghadiri Seminar Internasional Jepang-Indonesia bertema “Penguatan Keuangan Daerah dan BUMD untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah” yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Grand Ballroom Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (25/9).
“Saya lihat tadi ketergantungan fiskal dari Kota Batam itu sangat kecil. Dia mampu dari sekian dana transfer 1,5 triliun, APBD yang 4 triliun lebih, 4 triliun sekian berarti hanya kecil saja ketergantungan,” kata Bustan kepada GPriority.
Ia menilai, kondisi Batam memiliki kemiripan dengan Tarakan yang sama-sama berada di wilayah perbatasan. Jika Batam berbatasan dengan Singapura, maka Kaltara langsung bersinggungan dengan Malaysia, Sarawak, dan Sabah.
Menurutnya, hal ini membuka peluang bagi Kaltara untuk mencontoh strategi Batam, khususnya dalam intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.
“Ini menarik, perlu mungkin mencontoh Kota Batam terkait dengan beberapa hal intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” ucap dia.
Bustan juga tertarik dengan penerapan digitalisasi pajak di Batam, di mana setiap hotel dan restoran telah menggunakan alat pencatat pendapatan secara real time. Sistem tersebut memungkinkan pajak langsung masuk ke kas daerah tanpa jeda.
“Ini menarik dan bisa diterapkan di Pemerintah Kota Tarakan, juga di pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang lainnya supaya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak hotel dan pajak restoran. Ini sangat menarik sekali,” pungkas Bustan.
Pewarta : Fifi Abdurahman
