Kalimantan Barat, GPriority.co.id – Publik dihebohkan dengan kehadiran daging ikan hiu pada menu MBG di SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah memakan MBG tersebut, 16 murid serta seorang guru dilaporkan mengalami keracunan massal.
Terbaru, Dinas Kesehatan Ketapang melaporkan jika jumlah korbannya bertambah menjadi 25 orang, delapan pasien diantaranya dirawat di rumah sakit.
Merespon kejadian tersebut, Nanik S. Deyang selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut jika menu ikan hiu goreng dalam program MBG dipilih sebagai bentuk kearifan lokal, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Sabtu (27/9).
“Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan,” ujarnya.
Nanik melanjutkan, “Kalau hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan. Kalau di sini kan hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan.”
Namun setelah kejadian keracunan massal, Nanik menekankan meski hiu menjadi makanan yang umum di wilayah tersebut, BGN tak akan lagi memasukannya dalam menu MBG.
Nanik turut mengungkap hasil investigasi yang menunjukkan jika insiden tersebut bukan hanya disebabkan karena keracunan, melainkan juga adanya kemungkinan alergi makanan pada sebagian siswa. Kendati sebelumnya telah dilakukan pendataan terkait alergi di sekolah, Nanik tak menutup kemungkinan adanya kelalaian yang terjadi di lapangan.
Dilansir dari beberapa sumber, daging ikan hiu sangat berbahaya untuk dikonsumsi karena beberapa alasan.
Pertama, daging ikan hiu mengandung merkuri dengan kadar yang sangat tinggi. Tubuh hiu menumpuk merkuri dari mangsa-mangsanya. Mengonsumsi ikan hiu bisa menyebabkan keracunan merkuri yang akhirnya berisiko merusak otak, ginjal, sistem saraf, dan sangat berbahaya bagi ibu hamil maupun anak-anak.
Kedua, daging ikan hiu juga dapat menyimpang logam berat lain seperti arsenik maupun kadmium yang apabila masuk ke dalam tubuh dapat membahayakan dalam jangka panjang.
Ketiga, mengonsumsi daging hiu secara rutin juga dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan reproduksi, hingga penyakit kardiovaskular karena racun yang menumpuk di dalam tubuh.
Meski tak berhubungan dengan kesehatan, namun mengonsumsi daging hiu juga dapat mendorong penangkapan secara berlebihan, hingga mengancam populasinya di laut dan dapat merusak ekosistem laut.
