Prabowo: Banyak Pejabat Lulusan S3 Tapi Tak Bisa Perbaiki Negara

Presiden Prabowo pada agenda akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci di kawasan Cileungsi, Senin (29/9)/Foto : Dok. Kantor Staf Presiden Presiden Prabowo pada agenda akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci di kawasan Cileungsi, Senin (29/9)/Foto : Dok. Kantor Staf Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto belum lama ini membahas terkait pendidikan para jajaran menteri, kepala lembaga, hingga Kapolri yang memiliki gelar S3.

Dalam agenda akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9) lalu, Prabowo menyindir jika gelar tinggi yang dimiliki akan sia-sia apabila para pejabat tak bisa memperbaiki sistem di tanah air.

Saat ini, menurut Prabowo, para pejabat lulusan S3 di kabinetnya seharusnya dapat menggunakan gelar tersebut sebagai modal kuat guna memperbaiki tata kelola negara, terlebih dalam hal memberantas korupsi serta menyelamatkan kekayaan negara yang selama ini disebutnya lebih banyak mengalir ke luar negeri.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan jika perbaikan sistem harus dilakukan secara serius, guna kepentingan rakyat dan bangsa. Ia pun meminta para profesor serta pakar untuk menggunakan kecerdasan yang mereka punya, termasuk kemampuan analisis data guna mengidentifikasi akar masalah. Terlebih lagi, pada kasus korupsi yang tak kunjung terselesaikan selama 25 tahun.

“Saya lihat di sini banyak profesor ini. Ya kan Pak Purbaya S3? pelajari, yakini, analisa saudara-saudara apalagi yang pintar matematika lihat data-data analisa masa 25 tahun tidak bisa kita analisa? lebih banyak uang keluar dari Indonesia, lebih banyak kekayaan kita keluar dari Indonesia daripada tinggal di Indonesia,” ucap Prabowo saat berpidato.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya perubahan agar kekayaan Indonesia tak lagi lebih banyak keluar negeri. Ia pun meyakini jika jajaran pakar pada pemerintahannya mampu mewujudkan hal tersebut.

“Ini segera harus kita rubah saudara-saudara sekalian. Saya yakin dan percaya para pakar yang ada di sini akan berhasil.”

Dalam agenda berbeda, Prabowo juga membahas tingkat korupsi di Indonesia yang sangat memprihatinkan. Saat menyampaikan pidato di Munas ke VI PKS di hari yang sama, Prabowo mengakui saat ini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, terutama praktik korupsi.

Menurut Prabowo, kendati semua negara juga memiliki persoalan serupa, namun tingkat korupsi di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Prabowo pun menegaskan komitmennya untuk memberantas para pelaku korupsi di tanah air.

Prabowo pun siap memanggil seluruh aparat penegak hukum, guna melawan koruptor yang sangat merugikan bangsa.