Jakarta, GPriority.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yaitu SPPG Cisarua Jambudipa 1 dan SPPG Cisarua Pasirlangu yang berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Qur’an Cisarua (TARBIQU).
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan langkah tegas tersebut diambil setelah BGN menurunkan Tim Investigasi Independen bersama Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) untuk menindaklanjuti Kejadian Luar Biasa (KLB) insiden keamanan pangan yang menimpa siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Selasa lalu.
“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami telah mengirim tim investigasi untuk memastikan penyebabnya dan memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan yang layak,” kata Nanik dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Nanik menegaskan komitmen BGN dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam setiap tahap pelaksanaan MBG, mulai dari pengadaan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
Sebab, lanjut dia, program MBG merupakan bentuk tanggungjawab negara untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
“Program MBG adalah bentuk tanggung jawab negara untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, aspek keamanan pangan tidak bisa ditawar, dan harus menjadi prioritas utama,” ujar Nanik.
Lebih lanjut, Nanik mengatakan, bahwa saat ini BGN terus memperkuat pembinaan dan pengawasan teknis di seluruh satuan layanan MBG.
“Kami pastikan standar kebersihan dan keamanan pangan diterapkan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Nanik.
Temuan Tim Investigasi
Ketua Tim Investigasi Karimah Muhammad mengatakan, pada 14 Oktober 2025, pihaknya menemukan sebanyak 115 siswa SMP Negeri 1 Cisarua mengalami gejala pusing, mual, dan muntah, setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Cisarua Jambudipa 1. Menu yang disiapkan pada saat itu adalah ayam black pepper, tahu goreng, tumis wortel brokoli, dan buah melon.
Kemudian, pada 15 Oktober 2025, sebanyak 7 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa, tiga siswa diantaranya penerima MBG dari SPPG Cisarua Jambudipa 1, sementara empat siswa penerima MBG dari SPPG Cisarua Pasirlangu. Menu yang disiapkan SPPG Cisarua Pasirlangu pada saat itu adalah ayam yakiniku, edamame, tempura jamur tiram, dan semangka.
Karimah menuturkan, tim menemukan fakta bahwa kedua dapur itu belum sepenuhnya memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan, mulai dari segi infrastruktur hingga peralatan yang digunakan untuk memasak. Fakta lainnya, lokasi SPPG Cisarua Pasirlangu berdekatan dengan kebun warga dan ditemukan banyak lalat di area dapur. Selain itu, kedua SPPG juga masih memakai air baku dari PDAM untuk mencuci bahan makanan dan kemudian memasaknya.
Atas berbagai temuan tersebut, BGN lantas memutuskan untuk menghentikan operasi kedua SPPG itu. Selain itu, SPPG tersebut juga diminta untuk segera memperbaiki infrastruktur dapur, memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan memperbaiki manajemen distribusi. Mereka juga wajib mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
