Disidak KDM, Aqua Bantah Airnya dari Sumur Bor Biasa

Illustrasi air, Danone bantah air nya dari sumur bor biasa. Foto: Dok/Pinterest Illustrasi air, Danone bantah air nya dari sumur bor biasa. Foto: Dok/Pinterest

Jakarta, GPriority.co.id – Potongan video yang menampilkan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) di lokasi pengolahan air mineral AQUA menjadi viral di media sosial Instagram.

Video tersebut pertama kali diunggah di kanal YouTube pribadi Kang Dedi Mulyadi pada Selasa (21/10) dan telah meraih 1,1 juta tontonan hanya dalam satu hari.

Saat itu, Dedi Mulyadi menanyakan bagaimana proses pengambilan air yang dilakukan oleh AQUA. Dedi pun sempat menduga bahwa mereka mengambil air dari air sungai.

Namun, orang nomor satu di Jawa Barat itu sontak terkejut mendengar jawaban dari para karyawan pengolahan air AQUA bahwa air yang mereka ambil berasal dari bawah tanah.

Selama ini, Dedi percaya bahwa sumber air yang digunakan perusahaan berasal dari air permukaan atau mata air. Dia khawatir bahwa jika air yang digunakan berasal dari bawah tanah, proses pengeborannya dapat berdampak pada pergeseran tanah dan longsor.

Setelah potongan konten video Gubernur Jawa Barat itu ramai diperbincangkan, pihak Danone pun membantah bahwa mereka mengambil air dari sumur bor biasa.

Danone mengklarifikasi informasi yang salah di media sosial mengenai sumber air AQUA. Perusahaan menegaskan bahwa air AQUA tidak berasal dari sumur bor biasa.

“AQUA menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan,” kata pihak AQUA. Air dari akuifer tertekan, yang memiliki lapisan bebatuan yang mencegah air melewatinya, aman dari kontaminasi manusia.

Air yang terlindungi secara alami ini telah diteliti melalui proses selektif dan kajian ilmiah oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sebagian sumber bahkan mengalir secara alami (mengalir sendiri). Hal ini berbeda dengan sumur gali masyarakat yang umumnya terletak di atas lapisan batuan pembawa air yang merupakan akuifer bebas dan tidak dilapisi pelindung.

Danone memastikan bahwa kegiatan produksi mereka tidak mengganggu penggunaan air masyarakat karena pengambilan air dilakukan di kedalaman tertentu.

“Air yang digunakan AQUA berasal dari lapisan dalam yang tidak bersinggungan dengan air permukaan yang digunakan masyarakat,” jelas AQUA.

Proses pengambilan air juga dilakukan sesuai dengan izin pemerintah dan diawasi secara berkala oleh pemerintah daerah dan pusat melalui Badan Geologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). AQUA bahkan memiliki kemampuan untuk mengambil air di kedalaman yang lebih.

Selain itu, Danone menjamin bahwa operasi produksi AQUA tidak akan menyebabkan pergeseran tanah karena pengambilan air dilakukan secara hati-hati berdasarkan kajian bersama UGM.

Namun, Danone menambahkan bahwa perubahan tata guna lahan dan deforestasi merupakan faktor lain yang berkontribusi terhadap masalah pergeseran tanah.

Oleh karena itu, AQUA secara aktif melakukan konservasi dan pemantauan lingkungan secara berkala serta melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal untuk mengelola sumber daya air secara terintegrasi dari hulu ke hilir demi menjaga kualitas dan kuantitasnya.

Tujuan lain dari upaya ini adalah untuk memastikan bahwa area tangkapan air dan resapan air tetap berfungsi dan bertahan lama. Klarifikasi dari Danone tersebut juga telah disampaikan secara langsung melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, yang diunggah pada Rabu (22/10).

Pewarta: Rizqi Juned

Editor: Dimas A Putra