Menaker Yassierli Ajak Pekerja Siap Hadapi Disrupsi AI dan Industri Hijau

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Foto: dok.Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Foto: dok.Kemenaker

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan seluruh pekerja Indonesia agar bersiap menghadapi dua tantangan besar dunia kerja masa depan, yakni disrupsi teknologi akibat kecerdasan buatan (AI) dan transformasi menuju industri hijau.

Menurut Yassierli, perubahan global yang berlangsung cepat bisa menjadi peluang besar, namun juga berpotensi menjadi ancaman jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Jika kita lengah, peluang kerja bisa diambil oleh tenaga asing. Kita tidak boleh kehilangan kesempatan di negeri sendiri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/10).

Menaker menegaskan, serikat pekerja (SP) baik di sektor industri maupun BUMN memiliki peran strategis dalam mengawal proses adaptasi terhadap perubahan besar tersebut.

“Kita harus menyambut era AI dan transisi energi dengan cara yang adil, inklusif, dan tidak meninggalkan siapa pun,” katanya.

Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga untuk memperkuat daya saing nasional di tengah arus transformasi teknologi dan energi.

Ia menilai, nilai-nilai kebersamaan di dunia kerja mulai memudar, padahal budaya gotong royong telah lama menjadi fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan kembali semangat tersebut di lingkungan kerja.

Selain itu, Yassierli menyoroti pentingnya transformasi hubungan industrial yang berpijak pada visi bersama antara manajemen dan serikat pekerja.

“Kita perlu mendorong perusahaan agar tidak hanya fokus ke dalam, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar dan pelaku usaha lain,” jelasnya.

Dengan kolaborasi yang solid dan nilai-nilai khas bangsa, Menaker optimistis Indonesia mampu menghadapi gelombang perubahan tanpa meninggalkan siapa pun.

“Era baru dunia kerja menanti — dan kesiapan, kolaborasi, serta semangat gotong royong menjadi kuncinya,” ucap Yassierli.