BNN: Kerugian Negara Akibat Narkoba Capai Triliunan Rupiah Setiap Tahun

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto/Foto Tangkapan Layar YouTube Info BNN RI Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto/Foto Tangkapan Layar YouTube Info BNN RI

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Pernyataan itu disampaikan dalam apel kebangsaan dan peluncuran program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).

“Dari aspek ekonomi, dampak peredaran dan penyalahgunaan narkoba secara nyata, telah menimbulkan kerugian triliunan rupiah setiap tahun bagi negara,” kata Suyudi.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian Balai Litbang UI dan BNN, pada tahun 2023 kerugian ekonomi nasional akibat narkotika mencapai Rp84,7 triliun per tahun. Angka tersebut mencakup berbagai aspek, seperti hilangnya produktivitas tenaga kerja, biaya kesehatan dan pemulihan, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

Menurut Suyudi, sektor pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk membentengi generasi muda melalui pendidikan karakter dan nilai kebangsaan.

Sementara itu, lanjut dia, media berperan penting dalam membangun opini publik yang positif terhadap gerakan antinarkoba. Masyarakat dari tingkat RT, RW, hingga komunitas juga menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

“Narkoba tidak hanya merusak fisik dan mental tapi juga dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan nasionalisme,” tegasnya.

Maka dari itu, Suyudi menilai, melawan narkoba merupakan bagian dari bela negara, serta wujud nyata dari kecintaan masyarakat kepada bangsa dan Tanah Air. 

“BNN akan terus bersinergi dengan seluruh instansi dengan seluruh elemen masyarakat dengan pendekatan yang humanis namun tegas, prefentif namun responsif, serta berbasis data dan inovatif,” pungkas Suyudi.