Wakil Kepala BGN Klaim Penerima MBG Naik Berat Badan 3-4 Kg

Wakil Kepala BGN Klaim Penerima MBG Naik Berat Badan 3-4 Kg/Foto : Dok. Badan Gizi Nasional RI Wakil Kepala BGN Klaim Penerima MBG Naik Berat Badan 3-4 Kg/Foto : Dok. Badan Gizi Nasional RI

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengklaim jika program MBG (Makan Bergizi Gratis) mampu memberi manfaat untuk para penerimanya.

Dilansir dari laporan ANTARA pada Sabtu (1/11), Nanik mengklaim, program MBG mampu meningkatkan berat badan anak-anak serta membuat mereka lebih rajin untuk ke sekolah, sebagaimana didapatnya dari hasil survei internal.

Saat dilakukan pemantauan di beberapa sekolah di wilayah Kebayunan, Depok, Jawa Barat, ia mencatat anak-anak mengalami kenaikan berat badan 3-4 kilogram usai rutin mengonsumsi makanan dari program MBG.

“Di depok, sekitar Kebayunan, kita pernah ngecek beberapa sekolah, berat badannya itu sudah ada yang naik 3 kilo, 4 kilo. Iya setelah menerima MBG,” ungkapnya.

Nanik menyebut, banyak anak yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan atau hanya makan sekali dalam sehari dan kini setelah adanya MBG, mereka dapat menikmati makanan bergizi dua kali dalam sehari dan membuat mereka lebih semangat belajar.

Ia melanjutkan, perubahan positif tersebut membuktikan jika program MBG bukan sekadar mengatasi rasa lapar, namun juga mampu meningkatkan semangat belajar serta kualitas kesehatan anak-anak di sekolah.

Namun hingga kini, kualitas program MBG terus menjadi perhatian. Terbaru, di Kecamatan Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan ulat pada salah satu porsi makanan siswa.

Kepala SPPG Gili Timur, Diandra Dieva Pertiwi pun mengakui adanya kelalaian. Namun ia menegaskan, ulat hanya ditemukan di satu tempat makan dan belum sempat dikonsumsi oleh penerimanya.

Ia menyebut, ulat yang ditemukan pada menu daun singkong tersebut berjenis Sania Cynthia Ricini dan secara ilmiah dapat dikonsumsi serta memiliki kandungan protein tinggi. Diandra menyebut, proses pengolahan makanan telah mengikuti prosedur standar. Mulai dari pencucian hingga perebusan dua kali pada suhu tinggi.

Kendati demikian, kini pihak penyelenggara MBG akan menghindari penggunaan daun singkong untuk sementara waktu pada menu yang disajikan.