Lansia dan Difabel Diusulkan Dapat MBG Pada 2026

Lansia dan Difabel Diusulkan Dapat MBG Pada 2026/Foto : Badan Gizi Nasional RI Lansia dan Difabel Diusulkan Dapat MBG Pada 2026/Foto : Badan Gizi Nasional RI

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah berencana memperluas golongan penerima manfaat program MBG (Makan Bergizi Gratis) pada 2026 mendatang, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Sabtu (8/11).

Nantinya, program MBG bukan hanya untuk anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, namun juga ditujukan untuk kelompok lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas atau difabel.

Rencana ini disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beberapa waktu lalu. Ia menyebut, wacana ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah kalau nanti semuanya lancar ke depan, tahun depan akan ada juga makan bergizi gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas,” sebutnya.

Apabila nantinya disetujui, perluasan penyaluran program MBG akan berlangsung pada 2026 dengan bertujuan untuk memastikan kelompok yang rentan dalam hal pemenuhan gizi. Lansia dan difabel dipastikan mendapat asupan gizi yang layak dan seimbang.

Menurut perkiraan, ada sekitar 100.000 lansia serta lebih dari 30.000 penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat program MBG. Gus Ipul menyebut, rencana ini merupakan bentuk transformasi program sosial yang telah berjalan selama ini.

Ia menegaskan, perluasan MBG bukan berarti menggantikan atau menghapus hak penerima bansos yang sudah berjalan bagi lansia/difabel, namun justru bersifat sebagai tambahan bantuan.

“Nggak dihapus. Jadi maksudnya begini, bansos itu bagian dari perlindungan dan jaminan sosial. Itu memang diberikan kepada yang membutuhkan, karena mereka harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, termasuk jaminan kesehatan,” jelas Gus Ipul.

Jika ditarik mundur, program MBG diluncurkan secara nasional pada Januari 2025. Awalnya program ini menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui. Laporan menyebut, hingga akhir Oktober 2025, cakupan program telah mencapai sekitar 40 juta orang di 38 provinsi hingga menyebar di 509 kabupaten/kota.

Presiden Prabowo secara ambisius menargetkan penerima manfaat program MBG dapat mencapai 82,9 juta orang hingga akhir 2025 mendatang.