Jakarta, GPriority.co.id – Insiden peledakan di SMAN 72 Jakarta Utara menjadi perhatian publik. Kini, pihak sekolah mulai mengungkap dugaan motif pelaku dalam kasus tersebut.
Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Sabtu (8/11) pelaku diketahui berusia 17 tahun dan merupakan siswa SMAN 72. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat ini identitas pelaku kini masih dalam penyelidikan secara mendalam.
“Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota Polri sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami, dan tentunya akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro Jaya, Densus, melaksanakan pendalaman,” jelas Listyo.
Namun berdasarkan keterangan sejumlah siswa yang ditemui di RS Islam Cempaka Putih, pelaku diketahui merupakan siswa kelas XII IPS. Sosoknya dikenal pendiam, namun dulunya cukup ceria. Sebelum kejadian, pelaku disebut sempat menanyakan jadwal acara puncak Bulan Bahasa kepada temannya. Kabarnya acara tersebut akan berlangsung pada 10 November mendatang.
Beberapa siswa lain menyebut korban merupakan korban perundungan (bullying) dan penggemar video gore.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada 3 jenis bom dan hanya 2 yang meledak,” sebut Sela, salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta.
Jika anda melewatkannya, ledakan terjadi di masjid sekolah saat salat Jumat berlangsung pada pukul 12.15 WIB. Tiga dentuman terdengar dari dalam dan sekitar masjid. Menutu saksi mata, ledakan terbesar berasal dari bagian tengah masjid, yang menjadi tempat para korban mengalami luka parah.
Adapun bau asap di lokasi disebut mirip petasan yang telah dimodifikasi. Hingga Jumat (7/11) malam, tercatat sebanyak 55 korban luka telah dibawa ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapat perawatan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk motif pelaku dan kemungkinan adanya bahan peledak yang dirakit sendiri.
Kini, menurut laporan Kapolri Listyo, terduga pelaku sedang menjalani operasi akibat ledakan yang terjadi. Selain pelaku, ada satu korban lain yang juga harus dioperasi.
