Morowali Terima Dana Insentif Rp5,7 Miliar atas Keberhasilan Turunkan Stunting

Penyerahan insentif tersebut dilakukan secara simbolik oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11). Foto: tangkapan layar Youtube Setwapres Penyerahan insentif tersebut dilakukan secara simbolik oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11). Foto: tangkapan layar Youtube Setwapres

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menerima dana insentif fiskal sebesar Rp5.701.880.000 dari pemerintah pusat atas kinerja baik dalam menurunkan angka stunting di daerah.

Penyerahan insentif tersebut dilakukan secara simbolik oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11).

Bupati Morowali, Iksan Baharudin, menyampaikan rasa syukur atas penerimaan dana insentif tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan daerah dalam mempercepat penurunan stunting.

“Nah itu dampak dari penurunan stunting tadi yang kita lakukan itu untuk tahun 2025, kita menurun dari tahun sebelumnya,” ujar Iksan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Morowali, Jumiati, menjelaskan bahwa angka stunting di Morowali terus menurun dari tahun ke tahun. Ia menyebut, tahun ini angka stunting turun menjadi 3,8 persen.

“Kita berada sekarang di angka 3,8 persen. Berarti memang terjadi penurunan dari tahun yang sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya itu masih kita berada di 4 persen lebih. Nah sekarang kita di 3,8 persen,” kata Jumiati.

Penurunan tersebut, lanjut Jumiati, merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemkab Morowali, mulai dari edukasi kepada orang tua hingga pemenuhan gizi bagi bayi.

“Kalau langkah-langkah di Kabupaten Morowali itu selain memang kita konfergensi stunting yang terdiri dari beberapa dinas terkait, itu memang aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk penurunan stunting,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Morowali telah mengalokasikan anggaran dan melaksanakan program yang mendukung percepatan penurunan stunting, termasuk melalui Dana Desa.

“Kalau di Dana Desa itu ada untuk Posyandu, kemudian ada untuk kadernya, kemudian ada untuk makanan tambahannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Morowali juga menggandeng sejumlah perusahaan dalam penyediaan makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil berisiko stunting.

“Ada beberapa perusahaan yang sudah mensupport untuk pencepatan penurunan stunting. Mereka memberikan makanan tambahan khususnya untuk bayi, ibu hamil yang mempunyai risiko untuk stunting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jumiati menyampaikan bahwa Pemkab Morowali menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dan terus berupaya mencapai kondisi “zero stunting”.

“Iya kita sih maunya zero stunting, tetapi karena sekarang juga nasional itu masih punya target sampai 18,6. Yang pasti kita tidak boleh melebihi itu, tidak boleh sampai ke situ. Akan diupayakan,” ucapnya.