Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti tingkat IQ warga Indonesia yang berada di bawah negara Malaysia dan Thailand.
Menurut Zulhas, penguatan sektor pangan menjadi salah satu kunci utama dalam menyelesaikan masalah kemiskinan di tanah air, termasuk berkaitan dengan IQ warga Indonesia, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Sabtu (15/11).
Sektor pangan, sebutnya, menjadi fondasi penting agar masyarakat hidup lebih sejahtera serta mandiri secara ekonomi. Zulhas menekankan, kualitas SDM akan menentukan daya saing Indonesia di masa mendatang.
Dari data yang didapatnya, Zulhas melaporkan rata-rata IQ warga Indonesia masih berada di angka yang cukup rendah, hingga tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
“Kalau sudah bisa maka berikutnya Indonesia cerdas anaknya. Tiongkok bisa karena cerdas, gizi cukup, IQ di atas 120. Kita rata-rata IQ di 72-78. Thailand, Malaysia, Tiongkok, Korea, 120 ke atas. Ya ketinggalan,” ujarnya.
Demi mengejar ketinggalan tersebut, pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat, terlebih bagi ibu hamil dan anak-anak guna memperbaiki kecukupan gizi anak-anak dan generasi muda di tanah air.
“Makanya kita kasih makan bergizi. Tahun ini 50-60 juta, tahun depan 82,9 juta penerima manfaat, ibu hamil, TK, SD, SMP, SMA dapat,” tegas Zulhas.
Ia menilai, program MBG dapat berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi tingkat bawah. Pasalnya, permintaan pangan meningkat dan menggerakkan rantai pasok hingga ke warung kecil serta pelaku UMKM.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperluas golongan penerima manfaat program MBG pada 2026 mendatang untuk kelompok lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas atau difabel.
Disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), wacana ini telah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan dengan bertujuan guna memastikan kelompok yang rentan dalam hal pemenuhan gizi. Dengan perluasan penyaluran MBG ini, diharapkan lansia dan difabel di tanah air mendapat asupan gizi yang layak serta seimbang.
