Jakarta, GPriority.co.id – BPI Danantara mengumumkan rencana pemangkasan 800 perusahaan BUMN dari 1.000 perusahaan menjadi 200 perusahaan, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Rabu (19/11).
Disampaikan oleh Febriany Eddy, Managing Director Danantara, alasan pemangkasan besar-besaran tersebut ialah karena hampir setengah perusahaan BUMN merugi.
Menurut Febriany, banyak anak hingga cicit perusahaan BUMN saat ini yang tidak memberi manfaat secara signifikan, tidak diperlukan, hingga kinerjanya dapat diselesaikan melalui perusahaan induk. Pada akhirnya, margin keuntungan perusahaan induk BUMN pun berkurang.
“Saya ambil contoh tuh di telekomunikasi. Kerjaan yang gampang bisa lewat 4-5 perusahaan. Jadi marginnya hilang di situ all the way. Kalau di total itu udah habis berapa persen di situ saja? nah itu kan hal-hal yang menurut saya, menurut kita hari ini, ya udah lah. Yang kaya gitu-gitu harus eliminate,” tegasnya.
Di sisi lain, Febriany mengungkapkan banyaknya persaingan keras yang terjadi antar perusahaan BUMN hingga menekan margin keuntungan. Ia mencontohkan, di sektor Karya misalnya. Sejumlah BUMN saling mengambil tender hingga harga harus ditekan demi memenangkan kontrak. Namun justru hal tersebut membuat margin keuntungan sangat tipis dan bisa hilang.
Febriany menilai persaingan yang masih ditemukan saat ini sangat tidak sehat dan tidak masuk akal. Ia menyebutnya seperti saling membunuh dari dalam.
Selain itu, Febriany menyebut, banyak perusahaan yang juga lahir dari keputusan yang kurang relevan dengan keadaan yang terjadi saat ini. Ia mengungkapkan adanya sosok buruk di balik pembentukan anak usaha BUMN.
“Dulu dibuat perusahaan itu dengan konteks yang sudah sangat berbeda dari hari ini. Kedua, mohon maaf, ada bad actor juga, ada bad decision juga. Jadi dulu kan kalau anak (perusahaan) bisa kita langsung tunjuk (komisaris/direksi), ini itu lah,” ujarnya.
Perlu diketahui, sebelumnya rencana pemangkasan perusahaan BUMN sudah disampaikan kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani. Rosan mengatakan, dari 1.044 entitas BUMN saat ini, akan dipangkas hingga tersisa 230-340 perusahaan saja, dalam waktu 5 tahun ke depan.
Langkah ini, sebutnya, menjadi bagian dari upaya Danantara guna meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam pengelolaan aset BUMN. Adapun tujuan utamanya yaitu memperbaiki kualitas serta nilai tambah yang nantinya dihasilkan.
