Jakarta, GPriority.co.id – Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak secara langsung mencegah stunting.
Namun, program ini dinilai penting dalam menyiapkan fisik dan mental generasi muda sebagai calon orang tua di masa depan.
Menurut Ngabila, MBG merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju puncak bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045.
“Oleh karena itu, anak-anak tersebut yang saat ini sedang SD, sedang PAUD, itu dipersiapkan agar memiliki fisik dan juga mental yang baik di 2045,” kata dr Ngabila kepada GPriority, Sabtu (13/12).
Ia menjelaskan, persiapan fisik terutama menyasar remaja putri agar tidak mengalami anemia. Kondisi anemia pada ibu hamil berisiko melahirkan anak stunting. Karena itu, pencegahan anemia sejak remaja menjadi langkah krusial dalam upaya pencegahan stunting di masa depan.
Sementara dari sisi mental, MBG memberikan contoh pola makan sehat yang sederhana dan mudah ditiru dengan biaya terjangkau, sekitar Rp10.000 per porsi.
Menu tersebut mengacu pada konsep “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan, yakni setengah piring berisi sayur dan buah yang beragam warna, serta setengah piring lainnya terdiri atas dua pertiga karbohidrat dan sepertiga lauk tinggi protein hewani.
“Sehingga itu dapat direplikasi oleh anak-anak sebagai calon orang tua, mencontoh untuk memberikan gizi yang baik bagi keluarganya dan menjadi sesuatu yang menjadi kebiasaan untuk dilakukan sehari-hari bahkan ke depannya,” ucapnya.
Dr Ngabila menegaskan bahwa pencegahan stunting seharusnya dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta dilanjutkan hingga dua tahun menjadi kunci utama.
“Jadi, untuk mencegah stunting itu sudah terlambat. Tentunya perlu dalam 1000 hari pertama kehidupan, dari mulai satu tahun di dalam kandungan dan sampai dengan dua tahun sesudah lahir, termasuk juga pemberian ASI, ASI eksklusif dan diteruskan sampai dengan 2 tahun,” tutur dr Ngabila.
“Tetapi memang untuk makan bergizi gratis ini lebih untuk anak-anak yang sekarang diberikan MBG bisa produktif dan sehat nanti di 2045, dan mereka siap secara fisik dan mental sebagai calon orang tua untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi cegah stunting,” pungkasnya.
