Malaysia, GPriority.co.id – Malaysia melalui Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Sebagai aksi solidaritas, pemerintah Malaysia akan memberi bantuan RM500 untuk pelajar Indonesia korban banjir Sumatera.
Jika dirupiahkan, Malaysia akan menyalurkan Rp2 juta bagi setiap pelajar Indonesia yang berasal dari daerah terdampak. Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Anwar melalui postingan di media sosialnya.
“Malaysia menzahirkan rasa simpati dan dukacita kepada Kerajaan Indonesia dan seluruh rakyatnya atas bencana yang menimpa Aceh dan Sumatera Utara, dan bersolidariti bersama saudara kita yang sedang melalui detik sukar ini,” tulis pengumuman tersebut.
“Sebagai tanda ihsan dan persahabatan antara dua negara jiran yang berkongsi hubungan kekeluargaan, Malaysia akan menyalurkan sumbangan RM500 seorang sebagai permulaan kepada pelajar Indonesia yang sedang menuntut di Malaysia dan terkesan akibat bencana tersebut,” lanjut pengumuman ini.
Untuk mendapat bantuan tersebut, para pelajar Indonesia yang terdampak bencana dapat melapor langsung. Saat ini, bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, telah menyebabkan 1.000 korban jiwa, sementara 222 orang lainnya dilaporkan hilang.
“Pelajar Indonesia di Malaysia yang terkesan boleh mendaftar dengan institusi pengajian masing-masing bagi membolehkan bantuan diselaras dan disalurkan mengikut keperluan mereka,” tutup pengumuman yang dirilis pada Kamis (11/12) lalu.
Sebelumnya, Malaysia juga mengirim bantuan medis ke Aceh. Bantuan tersebut berupa obat-obatan dan alat kesehatan senilai 1 juta ringgit atau setara dengan Rp4,02 miliar.
Selain itu, 10 tenaga medis dari Blue Sky Rescue Malaysia juga didatangkan untuk menangani para korban terdampak. Bantuan medis yang diberikan Malaysia mencakup 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton.
Bantuan tersebut dikirimkan dengan menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur. Berdasarkan penuturan pihak Posko Penanggulangan Bencana Hidrometerologi Aceh, bantuan tersebut merupakan pengiriman medis internasional pertama yang masuk ke Aceh usai bencana banjir bandang terjadi.
