Jakarta, GPriority.co.id – Jelang hari ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar seminar perempuan dan literasi konstitusi bertajuk, “Peran Perempuan Dalam Menjaga Konstitusi Melalui Literasi Konstitusi” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (17/12).
Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, dan Pengelolaan Perpustakaan Mahkamah Konstitusi, Kurniasih Panti Rahayu, dalam sambutannya menilai perempuan sebagai aktor kunci dalam ekosistem konstitusional.
Menurutnya, perempuan bukan hanya berperan di ruang publik sebagai warga negara yang aktif dan kritis, melainkan juga pendidik pertama di dalam keluarga pada ruang privat.
“Oleh karena itu, konstitusi bagi perempuan tidak kami maknai semata sebagai program edukatif hukum, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan konstitusi dan kualitas demokrasi. Ketika perempuan memiliki pemahaman personal yang kuat, nilai-nilai konstitusi akan hidup,” jelas Kurniasih.
Seminar ini merupakan salah satu upaya MK untuk menegakkan konstitusi di Indonesia, khususnya bagi kaum perempuan, dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya.
“Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memperluas cara berpikir kita mengenai hubungan antara perempuan, literasi, dan konstitusi. Dengan diadakan secara luring dan daring, seminar ini merupakan wujud komitmen Mahkamah Konstitusi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, lintas usia, dan lintas generasi,” ungkapnya.
Berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional, seminar ini juga diharapkan dapat melahirkan gagasan dan memperkuat budaya sadar konstitusi di kalangan perempuan.
“Semoga seminar perempuan dan literasi konstitusi tahun 2025 ini dapat menjadi ruang refleksi bersama, sumber inspirasi, dan langkah nyata dalam menjaga konstitusi melalui literasi yang inklusif dan berkeadilan,” tutup Kurniasih.
