Aceh, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Aceh mengirim sebanyak 4.265 orang tim relawan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu membersihkan fasilitas pendidikan, seperti gedung-gedung sekolah di daerah itu dari sisa material banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 kemarin.
Para relawan yang dikirim kesemuanya merupakan abdi negara atau aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan pemerintahan Provinsi Aceh.Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan, penugasan ribuan ASN ke Kabupaten Aceh Tamiang itu upaya Pemerintah Aceh dalam penyiapan infrastruktur pendidikan di daerah itu yang diketahui kondisinya saat ini porak poranda akibat bajir.
Dalam hal ini, nantinya setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) bertanggung jawab atas fasilitas operasional relawannya, termasuk peralatan kerja dan dapur umum.
“Jadi fokusnya nanti pada penyiapan infrastruktur Pendidikan disana,” kata Muhammad MTA, Sabtu (3/1) kemarin.
Kata dia, ketika dilokasi mereka nanti akan berkoordinasi dengan pos komando di Aceh Tamiang, serta bergabung dengan petugas dan relawan lain, seperti BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat.
Ia mengungkap, penugasan relawan ASN ini akan terus dilakukan pihak pemerintah Aceh secara bertahap dan simultan dalam waktu cepat dan beriringan.Para relawan tahap kedua ini, kata MTA, akan ditugaskan dan akan disebar di 35 sekolah. Fokus utama adalah membersihkan gedung SD, SMP, dan SMA/SMK.
“Disisi lain hal ini guna mendukung pembukaan aktivitas belajar mengajar pada 5 Januari 2026 mendatang. Untuk itu, berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat,” ujarnya.
Upaya pemerintah Provinsi Aceh itupun mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Sebagai dukungan, pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang langsung memimpin para relawan bekerja.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar mengaku, langkah pemerintah Provinsi Aceh mendatangkan 4.265 tim relawan tersebut sangatlah membantu pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam hal percepatan pemulihan daerah itu pascabencana banjir.
“Sangat membantu sekali langkah penugasan relawan ini,” kata Plt Sekda Aceh Tamiang, Syuibun. Karena seperti ketahui bersama, kata dia, hampir seluruh fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Sementara itu Kadisidik Aceh telah menginstruksikan aktivitas kegiatan belajar mengajar harus dimulai pada 5 Januari 2026 besok,” ujar Sekda.
