Venezuela, GPriority.co.id – Pemerintah Venezuela kini memperketat pengawasan terhadap jurnalis, usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS (Amerika Serikat) pada Sabtu (3/1) lalu.
Menurut serikat pekerja media Venezuela, setidaknya 14 jurnalis ditahan di Venezuela pada Senin (5/1) saat meliput dampak politik setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro yang kini telah digulingkan oleh pasukan AS.
Dilansir dari AFP News, serikat tersebut mengatakan bahwa saat ini hanya ada satu jurnalis yang bekerja untuk media berita internasional, yang ditahan. Sementara yang lainnya dibebaskan pada hari yang sama, meskipun satu jurnalis dideportasi dari Venezuela. Sebagai informasi, media asing secara historis menghadapi kontrol ketat di Venezuela, dengan visa jurnalis yang jarang disetujui.
Penahanan terhadap jurnalis asing terjadi tak lama setelah Delcy Rodriguez dilantik sebagai Presiden sementara Venezuela. Pelantikannya menyusul pernyataan yang mengindikasikan kesediaan untuk berdialog denegan pemerintahan Donald Trump, yang bermaksud untuk mengambil alih pemerintahan Venezuela.
Para jurnalis dilaporkan dihentikan oleh pasukan keamanan di dalam dan sekitar Majelis Nasional serta di Altamira, sebuah distrik di Caracas. Beberapa lainnya ditahan oleh agen kontra intelijen militer, meskipun ada juga yang ditahan oleh dinas intelijen Venezuela.
Menurut keterangan serikat pekerja, peralatan para jurnalis tersebut diperiksa, telepon mereka digeledah, dan pesan pribadi serta aktivitas media sosial mereka juga ditinjau. Dua repoter tambahan, satu warga Kolombia dan satu warga Spanyol, dilaporkan ditahan di dekat perbatasan Kolombia dekat Cucuta.
Mereka ditahan tanpa komunikasi selama beberapa jam sebelum dibebaskan dan dikirim kembali ke Kolombia. Serikat pekerja menggambarkan insiden tersebut sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan dan memperbarui seruan untuk pembebasan 23 jurnalis yang masih ditahan di seluruh negeri.
Perlu diketahui, Parlemen Venezuela sebelumnya melantik Delcy Rodriguez sebagai Presiden sementara Venezuela pada Senin (5/1) lalu, dua hari setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolals Mduro bersama istrinya, Cilia Flores, untuk diadili di New York.
