Angka Kelahiran Semakin Menurun, Italia Krisis Demografi!

Angka Kelahiran Semakin Menurun, Italia Krisis Demografi!/Foto : Dok. Depositphotos Angka Kelahiran Semakin Menurun, Italia Krisis Demografi!/Foto : Dok. Depositphotos

Italia, GPriority.co.id – Angka kelahiran di negara Italia semakin menurun. Menurut ISTAT, lembaga statistik nasional Italia, negara tersebut mencatat rekor angka kelahiran terendah pada 2024. Jumlahnya bahkan kian menurun selama 16 tahun berturut-turut.

Dilansir dari The Straits Times pada Sabtu (12/11), saat ini setiap perempuan di Italia hanya melahirkan 1,18 anak dan menjadi angka terendah sejak unifikasi Italia pada tahun 1861. Akibatnya, masalah demografi di Italia pun semakin memburuk.

Di tahun 2024 lalu, tercatat hanya 370 ribu bayi yang lahir di Italia. Sementara itu, jumlah kematian di Italia lebih tinggi yakni 651 ribu orang. Populasi Italia pun kini menjadi 58,93 juta jiwa.

Krisis demografi kian buruk dengan banyaknya warga Italia yang memilih keluar dari negara tersebut. Menurut laporan ISTAT, sekitar 191 ribu warga Italia memutuskan keluar pada tahun lalu, dan jumlahnya menjadi yang tertinggi pada abad ini.

Adapun krisis kelahiran di Italia disebabkan oleh beberapa faktor seperti biaya hidup yang tinggi, terutama untuk perumahan, pendidikan, serta perawatan anak, kurangnya dukungan infrastruktur sosial, jam kerja yang panjang, serta budaya kerja yang tak menerapkan work-life balance.

Untuk menambah angka kelahiran, saat ini Pemerintah Italia telah menganggarkan dana sebesar Rp19,43 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk insentif ibu yang bekerja dengan 2 anak atau lebih (Rp58,29 juta per tahun), bonus untuk ibu yang melahirkan (Rp19,43 juta) untuk anak yang lahir pada tahun 2025.

Selain itu, cuti berbayar juga ditingkatkan menjadi 80 persen dari gaji pada bulan kedua hingga anak berusia 6 tahun dan bonus untuk anak TK juga ditambah menjadi Rp69,95 juta untuk keluarga dengan ekonomi tertentu.

Kendati demikian, ISTAT memperkirakan demografi Italia akan terus menurun hingga puluhan tahun ke depan. Populasi lanjut usia akan meningkat, sementara populasi bayi dan anak muda di Italia akan menurun.

ISTAT menyebut, di tahun 2030 nanti penduduk Italia diperkirakan menurun menjadi 58,6 juta jiwa. Sementara di tahun 2050 menjadi 54,8 juta jiwa, dan turun signifikan pada tahun 2080 menjadi 46,1 juta jiwa.