China, GPriority.co.id – Mengatasi penurunan angka kelahiran di negaranya, pemerintah China kini menaikkan pajak alat kontrasepsi sebesar 13 persen. Langkah ini menjadi yang pertama kalinya sejak tahun 1993 silam.
Dilansir dari South China Morning Post, melalui kebijakan tersebut, pemerintah China ingin kembali meningkatkan angka kelahiran di negaranya. Selain alat kontrasepsi, pajak juga diberlakukan untuk obat-obatan yang berfungsi untuk mencegah kehamilan.
Namun disaat yang bersamaan, pemerintah China juga membebaskan pajak untuk layanan pengasuhan anak, perawatan lansia, disabilitas, serta layanan yang berkaitan dengan pernikahan.
Saat ini, populasi di China terus menyusut dalam tiga tahun berturut-turut. Pemerintahnya terus mendorong berbagai insentif mulai dari subsidi kelahiran, perluasan daycare, hingga perpanjangan cuti orang tua.
Kendati berbagai insentif terus digencarkan, salah satu alasan pasangan di China enggan memiliki keturunan ialah biaya membesarkan anak yang sangat tinggi. Laporan menyebut, perkiraan biayanya mencapai lebih dari Rp1,2 miliar hingga usia 18 tahun.
Di sisi lain, kondisi ekonomi yang lesu juga membuat generasi muda di China tak mau berkeluarga. Kebanyakan dari mereka memiliki perubahan nilai hidup serta memilih fokus pada kariernya.
Upaya pemerintah setempat untuk meningkatkan angka kelahiran pun diapresiasi oleh para ahli. Kebijakan tersebut juga dinilai dapat mengurangi tingkat aborsi.
Menurut laporan sebelumnya yang dirilis oleh People’s Daily China, populasi masyarakatnya yang berstatus single juga semakin melonjak. Di tahun 2025 jumlahnya bahkan mencapai 290 juta orang, atau setara dengan 20,5 persen dari total populasi masyarakatnya.
Pakar PBB memprediksi, populasi China akan menurun signifikan padah tahun 2050 mendatang. Bahkan jumlahnya diperkirakan akan berkurang sebesar 109 juta jiwa.
Sementara dari segi indikator demografi, angka kelahiran di China pada tahun 2023 mencapai titik terendah dalam sejarah, yaitu 6,39 kelahiran per 1.000 orang, turun dari 6,77 kelahiran pada tahun 2022.
Angka kematian di China juga meningkat, mencapai 7,87 kematian per 1.000 orang pada tahun 2023, naik dari 7,37 kematian pada tahun 2022.
