Jakarta, GPriority.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melontarkan kritik terhadap kondisi nasional saat ini.
Dalam postingan terbaru di media sosialnya, Anies menilai kondisi Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan serius yang tidak bisa dianggap sepele oleh pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat berbicara mengenai situasi sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.
“Negeri ini tidak baik-baik saja,” kata Anies dikutip pada Rabu (20/5).
Menurut Anies, masyarakat saat ini menghadapi tekanan hidup yang semakin berat. Ia menyinggung meningkatnya keresahan publik terkait lapangan pekerjaan, biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
Anies juga mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap kritik dan suara masyarakat. Ia menilai kritik seharusnya menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan, bukan justru dihindari.
Lebih lanjut, Anies turut menyinggung soal “obat tidur” saat berbicara mengenai respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena dianggap sebagai sindiran terhadap pihak-pihak yang dinilai mencoba membuat publik melupakan persoalan mendasar bangsa.
“Jangan sampai rakyat diberi semacam obat tidur sehingga melupakan masalah sebenarnya,” ujar Anies.
Ia menekankan bahwa pemerintah perlu fokus menyelesaikan persoalan inti yang menyangkut kesejahteraan rakyat. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar narasi yang menenangkan tanpa penyelesaian nyata.
Anies juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih peduli terhadap kondisi demokrasi dan kehidupan sosial masyarakat. Ia menilai keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Pernyataan Anies tersebut langsung menuai beragam respons dari publik. Sebagian pihak menilai kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa, sementara pihak lain menganggap pernyataan itu sebagai kritik politik menjelang dinamika nasional ke depan.
Meski demikian, Anies menegaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai pengingat agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat.
