Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 Bupati Banyuwangi Tambah BOR


Kabupaten Banyuwangi menempati peringkat empat dalam kepatuhan protokol kesehatan dalam memakai masker, dan peringkat enam dalam menajaga jarak di Jawa Timur berdasarkan laporan monitoring Satgas Covid-19 Pusat.

Sebagai upaya antisipasi kenaikan kasus Covid-19, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengajak semuanya tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Ipuk meminta agar kerja kolaboratif menjadi peran penting untuk melakukan penanganan.

Sebagai upaya antisipasi kenaikan kasus Covid-19, Ipuk mengatakan, terdapat beberapa hal yang akan dilakukan. Diantaranya menambah kapasitas tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di rumah sakit.

Dilansir dari beritajatim pada Rabu (23/6/2021) untuk rasio okupansi tempat tidur non-ICU (Intensive Care Unit), saat ini di Banyuwangi berkisar 40 persen. Adapun yang untuk ICU sudah sebesar 80 persen.

Saat rapat koordinasi pekembangan dan penanganan Covid-19 secara virtual dari Pendopo Banyuwangi, Senin (21/6) yang dihadiri oleh Dandi 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Wakapolresta AKBP Didik Hariyanto, Perwakilan Lanal, Banyuwangi, dan para kepala OPD, Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan “tadi kami susun upaya menambah untuk antisipasi. Tapi semoga kasus segera melandai, sehingga penambahan tempat tidur di rumah sakit tidak diperlukan”.

Ipuk juga meminta untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan 3T alias tes, tracing dan treatment. “Tes dilakukan untuk memisahkan mana yang sehat dan yang sakit agar tidak terjadi penularan. Kemudian Tracing akan dilakukan secara intensif oleh Dinas Kesehatan terhadap kontak erat warga yang positif. Dan terakhir treatment disiapkan dengan isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis,” ucapnya.

Perlu diketahui, Banyuwangi saat ini kasus aktif Covid-19 mencapai 278 pasien per 21 Juni 2021. Lonjakan terjadi karena sejumlah klister seperti klaster keluarga dan hajatan.(Sof.Foto.Istimewa)

Related posts