Apa Itu Diet Atlantik yang Diklaim Ampuh Hilangkan Lemak Perut?

Jakarta, GPriority.co.id – Diet atlantik merupakan pola makan tradisional di Spanyol barat laut dan Portugal utara, yang dilaporkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan lemak perut, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Pola makan diet atlantik terdiri dari banyak ikan dan makanan laut, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, minyak zaitun, buah-buahan kering (terutama chestnut), susu, keju, serta asupan daging dan anggur dalam jumlah sedang.

Dalam sebuah penelitian, 121 keluarga diarahkan untuk mengikuti pola makan diet atlantik. Sementara 110 keluarga tetap mengonsumsi pola makan yang biasa mereka terapkan.

Para pelaku diet atlantik, mencoba beradaptasi dengan pola makan baru mereka dalam tiga sesi pembelajaran. Mereka juga mendapatkan dukungan tambahan seperti kelas memasak, materi tertulis, dan sekeranjang makanan.

Pada awal penelitian dan setelah 6 bulan berlangsung, data dikumpulkan mengenai asupan makanan peserta, aktivitas fisik, penggunaan obat, dan variabel lainnya.

Para peneliti di Spanyol juga mengukur lingkar pinggang, kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL, tekanan darah, dan kadar glukosa puasa.

Para peneliti itu juga melaporkan bahwa pola makan diet atlantik tidak memiliki dampak signifikan terhadap tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, atau kadar glukosa serum puasa yang tinggi. Namun justru memperbaiki lingkar pinggang dan kadar kolesterol HDL.

“Dengan mengutamakan bahan-bahan sehat dan metode memasak tradisional seperti merebus, pola makan ini meningkatkan ketersediaan hayati nutrisi, memastikan tubuh dapat menyerap dan memanfaatkannya dengan lebih baik,” ujar Michelle Routhenstein, seorang ahli gizi bersertifikat.

Pola makan diet atlentik juga dinilai mirip dengan pola makan Mediterania yang juga memiliki banyak manfaat.

Diet Mediterania menekankan sayuran, buah, kacang-kacangan, lentil, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun extra virgin dan mengizinkan ikan, keju, yogurt, dan anggur dalam jumlah sedang. Tetapi menghindari daging merah, permen, minuman manis, dan mentega.

“Pola pola makan seperti ini (diet atlantik dan mediterania) berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, stroke bahkan penurunan kognitif seperti demensia dan penyakit Alzheimer, serta meningkatkan fungsi [gastrointestinal] dan mikrobioma usus,” ungkap Tracy Crane, seorang profesor di Universitas Miami.

Foto : Freepik