Kuala Lumpur, Gpriority.co.id – Banding FAM (Football Association of Malaysia) terhadap keputusan FIFA terkait pemalsuan dokumen 7 pemain Timnas Malaysia ditolak. FAM pun akan melakukan upaya lanjutan ke Court of Arbitration for Sport (Pengadilan Arbitrase Olahraga).
Melalui situs web inside.fifa.com pada 3 November 2025, komite banding FIFA tegas menolak banding FAM. Menurut FIFA, sanksi awal (dari September 2025) tetap berlaku yaitu FAM didenda CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) atas pemalsuan dokumen naturalisasi 7 pemain.
Sanksi 7 pemain (Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, dan lainnya) dikenakan masing-masing denda CHF 2.000 (Rp41,8 juta) serta larangan main 12 bulan di semua kompetisi. Terkait penolakan bandingnya, FAM melalui situs fam.org.my dan konferensi pers oleh Presiden FAM, Dato’ Seri Khalid Bin Abu Bakar mengaku terkejut dan akan meminta penjelasan detail dari FIFA dalam 10 hari, lalu banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) dalam 21 hari ke depan.
CAS adalah lembaga independen di Swiss yang menjadi “pengadilan tertinggi” untuk sengketa olahraga dunia, termasuk kasus banding dari keputusan FIFA. CAS sendiri cenderung netral dan sering menjadi langkah terakhir untuk tim/ federasi yang merasa dirugikan.
Terkait upaya lanjutan FAM ke CAS, banyak pakar hukum Malaysia menyebut kecilnya peluang menang FAM. Hal ini mengingat FIFA memiliki bukti kuat terkait pemalsuan dokumen naturalisasi (seperti garis keturunan palsu). FAM bisa saja berargumen soal kesalahan teknis atau validitas data FIFA. Akan tetapi butuh bukti kekompakkan dan biaya besar (minimal Rp3,3 miliar untuk prosesnya). Media Malaysia juga menyebut hal ini “sulit”, dan jika kalah lagi, sanksi bisa tambah berat dari AFC.
Sebelumnya FIFA menemukan bahwa dokumen naturalisasi Facundo Tomás Garcés (bek Alaves, Argentina) palsu, terutama soal garis keturunan Malaysia. FAM klaim kakeknya, Carlos Rogelio Garces Fernandez, lahir di Penang, Malaysia (29 Mei 1930), tapi verifikasi FIFA via dokumen asli dari Registro Civil Santa Fe, Argentina. Ini membuktikan dia lahir di Villa Mara Selva, Santa Fe daru kedua orang tuanya Argentina-Spanyol, tanpa ada hubungan Malaysia sama sekali.
Foto : Istimewa
