Bogor, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser memastikan tetap menjaga kelestarian walau telah diberi izin untuk membangun jalan di kawasan konservasi Cagar Alam Teluk Andang dan Teluk Apar.
Dipastikan, seluruh dinas terkait dilibatkan guna memulihkan ekosistem pasca pembangunan.
“Kita sudah bekerjasama dengan dinas terkait untuk menjaga (kelestarian) terutama daerah yang kami miliki,” kata Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Paser, Usma ditemui GPriority usai penandatangan perjanjian kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/5).
Usma mengatakan Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar 9 Miliar dari APBD. Kata dia, pembangunan jalan itu ditargetkan rampung pada tahun ini.
“Tahun ini, karena memang daerah itu adalah daerah terisolir yang selama ini untuk menempuh jalan ke daerah tersebut itu harus pakai jalur laut,” kata Usma.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Paser resmi menandatangani adendum perjanjian kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Penandatangan ini dilakukan oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Kantor Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Kota Bogor, Rabu (8/5).
Adapun kerja sama ini meliputi pembangunan badan jalan di kawasan cagar alam (CA) Teluk Andang. Hal ini untuk mengatasi terisolirnya warga Desa Harapan Baru, yang terkepung diwilayah CA Teluk Adang, Kecamatan Tanah Grogot. Selain itu, peningkatan badan jalan penghubung antara Desa Padang Pengrapat-Muara Pasir dan Desa Muara Pasir-Desa Harapan Baru.
Perjanjian kerjasama itu, mengalami perubahan karena adanya penambahan pembangunan peningkatan badan jalan dari Desa Random, Dusun Ipi, sampai Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan yang masih masuk dalam kawasan CA Teluk Apar.
Foto: GPriority
