Teken Kerja Sama dengan BKSDA Kaltim, Pemkab Paser Siap Bangun Jalan Penghubung Desa Terisolir

Bogor, GPriority.co.id – Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Paser resmi menandatangani adendum perjanjian kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Penandatangan ini dilakukan oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Kantor Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Kota Bogor, Rabu (8/5).

Bupati Fahmi mengatakan perjanjian kerja sama ini bertujuan guna pemerataan pembangunan antar wilayah yang terisolir. Dia berharap pembangunan tersebut dapat selesai di tahun ini.

“Semoga 2024 ini mereka sudah bisa merasakan peningkatan jalan darat. Kami tuntaskan pekerjaan pada tahun ini juga,” ujar Fahmi.

Untuk diketahui, penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari surat persetujuan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tentang permohonan kerja sama pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan.

Adapun kerja sama ini meliputi pembangunan badan jalan di kawasan cagar alam (CA) Teluk Andang sejauh 11 km. Hal ini untuk mengatasi terisolirnya warga Desa Harapan Baru, yang terkepung diwilayah CA Teluk Adang, Kecamatan Tanah Grogot. Selain itu, peningkatan badan jalan penghubung antara Desa Padang Pengrapat-Muara Pasir dan Desa Muara Pasir-Desa Harapan Baru.

Perjanjian kerjasama itu, mengalami perubahan karena adanya penambahan pembangunan peningkatan badan jalan dari Desa Random, Dusun Ipi, sampai Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan yang masih masuk dalam kawasan CA Teluk Apar.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis Kawasan Konservasi, Toni Anwar menjelaskan perjanjian ini dilakukan selama 10 tahun kedepan.

Selain untuk akses masyarakat, Toni berharap pembangunan ini tidak mengganggu satwa didalamnya. Dia meminta Pemkab Paser dapat memulihkan ekosistem pasca pembangunan jalan tersebut.

“Jadi mitgasi satwa-satwa yang ada disitu, jangan sampai itu terganggu, kemudian ada kegiatan-kegiatan pemulihan ekosistemnya, jadi ada penanaman dan sebagainya,” ucapnya.

Foto: GPriority