Beli Rumah Sekarang Atau Menyesal Nanti

Di tengah masa pandemi Covid-19, pemerintah memberikan insentif pajak untuk mendorong konsumsi kelas menengah di sektor properti berupa pembebasan pajak pertambahan nilai alias PPN untuk pembelian rumah.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, hal tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar segera membeli rumah, baik rumah tapak maupun rumah susun.

Adapun 5 syarat membeli rumah bebas PPN diantaranya:

1. Harga jual maksimal 5 miliar dengan rincian :
Diskon PPN 100% untuk hunian dengan harga hingga Rp 2 miliar
Diskon PPN 50% untuk hunian dengan harga di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar

2. Diserahkan secara fisik pada periode pemberian insentif, mulai Maret hingga Agustus 2021.

3. Wajib rumah baru dengan kondisi sudah jadi dan siap huni di tahun 2021.

4. Diberikan maksimal 1 unit rumah tapak atau rumah susun untuk 1 orang.

5. Tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Insentif PPN ini berlaku pada masa pajak Maret 2021 hingga Agustus 2021. Insentif paling besar pembebasan 100% PPN untuk pembelian rumah di bawah harga jual Rp 2 miliar. 

PPN sendiri merupakan pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Dalam hal ini PPN penjualan rumah, dibayarkan pembeli dan dipungut oleh penjual untuk selanjutnya disetorkan ke negara. Perlakuan PPN penjualan rumah diberlakukan terhadap properti primary, dalam arti properti rumah yang dijual oleh pengembang ke konsumen.

Sementara, properti secondary, dalam arti dijual dari satu orang ke orang lain tidak dikenakan PPN. Adapun besarannya PPN Rumah ini mencapai 10%.(Dwi)

Related posts