Benarkah Shafar Bulan Sial? Cek Kebenarannya

Dalam kalender Hijriah, Bulan Shafar merupakan bulan kedua setelah bulan Muharam. Dalam perhitungan Masehi, tahun ini Bulan Shafar bertepatan dengan tanggal 8 dan 9 September 2021.

Pada zaman Arab Jahiliyah, penduduknya banyak yang meyakini bahwa bulan Shafar adalah bulan yabg tidak membawa keberuntungan. Masyarakatnya juga melarang melakukan aktifitas apa pun, seperti bepergian, mengadakan pesta dan hiburan yang lainnya. Hal demikan mereka yakini bisa menyembabkan kesialan atau musibah.

Nabi Muhammad SAW tidak membenarkan bahwa bulan Shafar itu bulan kesialan. Beliau bersabda :

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah, tidak ada Hammah, dan tidak ada  pula merasa sial pada bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah SWT, semua makhluk sudah ditakdirkan Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam QS. Al-Hadid ayat 22

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. QS. Al Hadid: 22.

Allah SWT menciptakan 12 bulan hijriyah dalam 1 tahun, dan semua bulan di dalamnya baik. Setiap umat Islam wajib berkeyakinan bahwa pengaruh baik maupun buruk tidak ada tanpa seizin Allah SWT. 

Shafar sendiri artinya adalah kosong. Dinamakan demikian karena di kala itu masyarakat berbondong-bondong keluar mengosongkan daerahnya, baik untuk berperang ataupun menjadi musafir.  

Rasulullah sendiri membantah anggapan negatif masyarakat jahiliah tentang bulan Shafar. Pada bulan tersebut banyak peristiwa penting dan hal positif yang terjadi, seperti pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah, Rasullullah menikahkah putrinya Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, hingga mulai berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Dengan melaksanakan hal-hal sakral dan penting di bulan Shafar, Nabi seolah berpesan bahwa bulan Shafar tidak berbeda dari bulan-bulan lainnya.  

Kesialan tidak tergantung pada waktu tertentu, melainkan kesialan dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal waktu maupun tempat. Maka dari itu kita harus lebih mawas diri dan menjaga setiap tingkah laku. Termasuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT setiap waktu, agar senantiasa dilindungi dalam setiap langkah dan helaan nafas kita.

Adapun doa yang bisa dibaca adalah:
“Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak akan ada sesuatu di bumi dan di langit yang sanggup mendatangkan mudarat. Dialah Maha-mendengar lagi Maha Mengetahui.” (dwi.foto.dok.istimewa).

Related posts